David Coverdale, Undang Khusus Jokowi Nonton Whitesnake.

Jakarta, Suaramerdeka.News –– Di sesela rangkaian Whitesnake 2020 Europe Tour, motor dan ruh grup band hard rock Whitesnake, David Coverdale (69) membuat rekaman video yang ditujukan kepada orang nomor satu di Republik Indonesia: Jokowi.

Dalam rekaman video yang dikirimkan kepada CEO Rajawali Indonesia, Tuan Haji Anas Syahrul Alimi berdurasi 21 detik itu,  David Coverdale mengundang secara khusus kehadiran Jokowi ke gelaran JogjaROCKarta 2020, pada 1 Maret 2020, nanti di Stadion Kridosono, Yogyakarta.

“Hai Tuan Presiden (Yang Terhormat), sebuah kehormatan bagi saya. Saya David Coverdale dari Whitesnake, mengundang Anda (Tuan Presiden) untuk mengunjungi pertunjukan rock kami, di festival musik rock terkenal di Indonesia (JogjaROCKarta 2020) pada 1 Maret 2020,” kata David Coverdale yang melilitkan kifayeh di lehernya, sebagaimana rekaman video yang diunggah di laman Facebook Anas Syahrul Alimi, Jum’at (7/2/2020) pagi.

DC mengundang khusus Jokowi menonton Whitesnake di JogjaROCKarta 2020. (SMNews/Rajawali Indonesia.).

“Rekaman dari DC (David Coverdale) kami terima pagi ini,  yang diabuat saat Whitesnake 2020 Europe Tour, ” kata Anas Syahrul Alimi kepada Suaramerdeka.News via WA.

Dalam rekaman itu, DC melanjutkan, “Saya dengar Anda (Tuan Presiden) penggemar musik rock (sejati). (Jadi) sangat terhormat sekali dapat tampil di hadapan Anda (Tuan Presiden), serta di hadapan masyarakat Anda yang luar biasa.  It’s been too long, ” tutup DC sembari sesekali menempelkan telapak tangannya ke dadanya,  sebagai semiotika takzim kepada lawan bicaranya.

Terma “It’s been too long, “ menjadi pilihan kata pamungkas DC, bukan tanpa alasan. Tersebab nyaris 45 tahun lalu,  saat Coverdale menjadi vokalis utama Deep Purple dari tahun 1973 hingga 1976, dia bersama personil Deep Purple lainnya. Yaitu Tommy Bolin (gitar, vokal), Glenn Hughes (bas, vokal), Jon Lord (kibor, backing vokal), dan Ian Paice (drum, perkusi), pernah menginjakkan kakinya di Jakarta.

Atau tepatnya pada 4 dan 5 Desember 1975 saat menggelar konser Deep Purple di Stadion Senayan, Jakarta. Setelah sebelumnya,  pada Rabu, 3 Desember 1975, pesawat Boeing 707 Transair yang membawa personel DC dan koncokonconya mendarat di bandara Kemayoran, Jakarta.

Saat itu,  DC masih muda dan berbahaya, atau berusia 24 tahun,  karena kemampuan vokalnya yang mengandalkan suara dari perut dinilai nyeleneh karena terdengar pecah tapi bertenaga. Sehingga terdengar berbeda dari suara normal vokalis rock kebanyakan pada saat itu — mungkin hingga sekarang.

Jadi, setelah nyaris 45 tahun, atau sangat lama sekali tidak menginjakkan kaki di Indonesia,  adalah sebuah kehormatan bagi DC yang masih tampak bestari itu, dapat menemui penggemarnya di JogjaROCKarta 2020. It’s been too long DC. (benny benke – 69).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *