Dari Limbah Kayu Munculah Aneka Kerajinan Menarik

DI bengkel kayu berukuran 6×4 meter, Muchlasin warga Grumbul Walangsanga, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas bekerja. Melalui tangan-tangan kreatif Mukhlasin dan lima rekan kerjanya, limbah kayu yang tadinya tak dilirik, bisa disulap menjadi barang bernilai ekonomi.

“Di sini diproduksi talenan, meja setrika, gilasan adonan roti, papan baca Al Quran, tempat dispenser, tempat penanak nasi, souvenir acara pernikahan dan lain-lain. Jadi limbah kayu berbagai ukuran bisa dibikin barang yang berguna,” jelas Muchlasin.

Menurut Muchlasin, dari hasil kreativitas olahan limbah kayu itu kini telah dipasarkan di berbagai tempat, mulai dari masyarakat umum, pertokoan hingga supermarket. Namun demikian, dengan keterbatasan modal, bahan, dan pekerja, ia masih kewalahan memenuhi kebutuhan pelanggan.

Diakui Muchlasin, awalnya ia hanya mencoba-coba produksi kerajinan kayu berbahan limbah tersebut. Apalagi waktu itu, ia hanya seorang pekerja serabutan. Makanya dengan modal nekat dan peralatan seadanya ia mulai menjajal pekerjaan tersebut.

“Untuk limbah kayu saya beli dari pabrik kayu terdekat. Untuk peralatan saya hanya menggunakan mesin pemotong, penghalus dan perlengkapan lainnya. Semua dibeli dengan uang yang saya sisihkan dari kerja serabutan,” ujarnya.

Kini untuk mengatasi kendala tenaga kerja, modal hingga varian produk dan pemasaran yang lebih luas, Muchlasin sedang menjalin komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak. Iapun belum lama ini dilamar oleh pemerintah desa setempat untuk mengembangkan produk limbah kayu tersebut secara berkelompok.

Pemerintah Desa Sunyalangu mendorong potensi kerajinan limbah kayu ini bisa ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya. Untuk itulah pemerintah desa telah merencanakan penganggaran untuk pelatihan hingga penyediaan peralatan bagi warga desa sebagai perajin produksi limbah kayu tersebut.

“Apalagi potensi limbah kayu saat ini cukup melimpah. Namun memang yang menjadi kendala adalah perajin dan juga pasar yang masih belum stabil. Makanya dengan adanya pelopor usaha ini maka diharapkan nantinya terbentuk kelompok perajin limbah kayu ini,” kata perangkat desa setepat, Muflih.(Susanto-20).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort