Dampak Covid terhadap Ekonomi Pekerja.

Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM). Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, Suaramerdeka.News –– Mayoritas pekerja menilai penciptaan lapangan kerja sebanyak-banyaknya merupakan kebijakan yang harus menjadi prioritas pemerintah saat ini.

Aspirasi itu sejalan dengan fokus Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja yang diklaim bertujuan meningkatkan produktivitas pekerja, sekaligus menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.

Demikian disampaikan Jajang Jahroni, Ph.D, Ketua LP2M , dalam diskusi hasil survei pekerja/ buruh di 5 provinsi yang dilakukan PPM LP2M UIN Syarif Hidayatullah dengan tajuk “Pandangan dan Sikap Pekerja terhadap RUU Cipta Kerja”, Jumat, 7 Agustus 2020, lalu.

Survei dilakukan di lima provinsi yaitu Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur pada 27 Juli – 3 Agutus 2020. Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka serta angket yang didistribusikan secara online melalui berbagai kanal media sosial dan email, dengan total jumlah angket yang terisi dan terkumpul sebanyak 300 angket. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik convenience sampling.

Berdasarkan temuan survei, kata Jajang, mayoritas pekerja Mayoritas responden (90%) mempersepsi keadaan ekonomi Indonesia di masa wabah Korona sekarang ini lebih buruk dari keadaan sebelum wabah. Buruknya keadaan ekonomi Indonesia diikuti memburuknya ekonomi rumah tangga mayoritas responden dibandingkan sebelum wabah, sebagaimana diakui oleh 86,67% responden.

Dia menambahkan, salah satu indikator memburuknya ekonomi rumah tangga responden adalah penghasilan mayoritas responden (75,67%) yang lebih kecil dibandingkan sebelum wabah.

Sebanyak 13% responden mengaku mengalami PHK, tidak termasuk 19% yang dirumahkan tanpa PHK. Baik dalam kasus PHK maupun dirumahkan, responden sebelumnya bekerja di sektor industri tekstil dan pakaian, dengan persentase 42,11% yang di-PHK dan 77,19% yang dirumahkan.

Relevansi RUU Cipta Kerja

Dr. Wahyu Prasetyawan, Peneliti dan Dosen Fakultas Dakwah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang bertindak sebagai sebagai pembahas hasil survei berpendapat bahwa, survey ini sangat penting bagi peneliti dan pengambil keputusan yang berada di pemerintah. Pandangan buruh ini akan banyak membantu pemerintah mengetahui perasaan dan sikap mereka terhadap UU Cipta Kerja.

Menurut Wahyu, produktivitas pekerja Indonesia masih menjadi yang terendah di kawasan Asia. Oleh karena itu, tantangan yang perlu diperhatikan pemerintah adalah bagaimana RUU Cipta Kerja ini dapat menjadi pemicu peningkatan produktivitas pekerja.

Terlebih dalam situasi pandemi saat ini, penciptaan lapangan kerja merupakan hal yang sangat dibutuhkan agar pertumbuhan ekonomi dapat terjaga. (bb-39)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort