Daftar Tunggu Haji Reguler 4,5 Juta Orang

SEMARANG – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencatat, jumlah daftar tunggu calon jamaah reguler secara nasional per Desember 2019 sebanyak 4.523.356 orang dengan nilai mencapai Rp 113.030.405.000.000 (113 triliun-an). Sementara untuk Jawa Tengah sendiri, jumlah daftar tunggu calon jamaah haji sebanyak 750.625 orang dengan nilai Rp 18.764.855.000.000 (18 triliun-an).

Keterangan itu diungkapkan Anggota Badan Pelaksana Bidang Operasional IT Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) A Iskandar Zulkarnain bersama rombongan saat berkunjung ke Kantor Redaksi Suara Merdeka, Jalan Kawi, Kota Semarang, Kamis (6/2). ”Pendaftar calon jamaah haji reguler melalui Bank BPD Jateng sebanyak 36.266 orang dengan nilai Rp 906.650.000.0000. Ini termasuk masih kecil, baru sekitar 6 persen saja yang diwakili unit usaha syariah BPD Jateng,” katanya.

Turut hadir dalam kunjungan itu, Kepala Divisi Komunikasi dan Kehumasan BPKH, Nurul Qoyimah, Kepala Divisi Kemaslahatan BPKH, Agung Hendarsa, Kepala Divisi Penempatan BPLH, Arif Fauzan, dan sejumlah staf lainnya. Iskandar melanjutkan, adapun jumlah daftar tunggu calon jamaah haji khusus secara nasional, sebanyak 88.708 orang.

Sementara calon jamaah haji khusus di Jawa Tengah sebanyak 8.567 orang. Dia berharap, ke depan, Bank BPD Jawa Tengah sebagai tuan rumah jasa keuangan di wilayah Jawa Tengah mampu semakin meningkat. ”Kami dorong peningkatan adanya unit usaha syariah BPD Jateng agar masyarakat yang berada di wilayah terpencil dapat membayar melalui unit tersebut, sehingga angkanya naik menjadi 30 persen,” ungkapnya.

Terkait dengan pelaksanaan ibadah haji, Iskandar menyebut, sebanyak 75 persen pendaftar haji Indonesia rata-rata berusia mulai 40 tahun ke atas. Sementara antrian pemberangkatan haji sendiri rata-rata 20 tahun. Otomatis saat berangkat haji, mereka memasuki usia 60 tahun ke atas. Kondisi ini membuat para jamaah memiliki risiko tinggi terkait kesehatan saat melaksanakan haji.

”75 persen pendaftar haji usianya di atas 40 tahun. Padahal antrian haji rata-rata 20 tahun, sehingga kalau daftar usia 40 tahun berangkatnya usia 60 tahun akan berisiko tinggi,” kata Iskandar. Iskandar melanjutkan, selain 75 persen pendaftar haji berusia mulai 40 tahun ke atas, sebanyak 60 persen dari seluruh total jamaah haji Indonesia memiliki risiko tinggi terkait kesehatan. Oleh karena itu, pihaknya tengah gencar mensosialisasikan program bernama ”Ayo Haji Muda”. ”Kami berkepentingan terkait hal ini, termasuk edukasi dan literasi program haji muda ini,” terangnya.

Menurut Iskandar, 80 persen ibadah haji merupakan ibadah fisik. Dia mencontohkan ibadah towaf yang mana satu kali putaran panjangnya mencapai satu kilometer. Jika dilakukan sebanyak tujuh kali, maka panjangnya sekitar tujuh kilometer. Kemudian, ibadah sa’inya sekali melintas panjangnya sekitar 400 meter, jika dilakukan sebanyak tujuh kali, maka menjadi 2,8 kilometer.

”Jadi total sudah hampir 10 kilometer. Bisa bayangkan risiko tinggi jamaah haji usia lansia. Tapi ada juga di usia tersebut semangat, cuma secara matematis kalau bisa disiapkan lebih dini akan lebih sempurna,” terangnya. Kepala Divisi Komunikasi dan Kehumasan BPKH, Nurul Qoyimah menambahkan, BPKH merupakan lembaga baru yang khusus menangani pengelolaan dana calon jamaah haji. BPKH mulai dibentuk 2017, dan mulai efektif bekerja awal 2018.

Pihaknya berharap, Suara Merdeka dapat turut serta membantu publikasi program-program BPKH, khususnya program Haji Muda. ”Siapa lagi kalau di Jawa Tengah bukan Harian Suara Merdeka yang kami jalin sebagai media visit. Karena kami lembaga baru, jadi harus giat mensosialisasikan apa itu BPKH,” katanya.

Terkait dengan program ”Ayo Haji Muda” diharapkan mampu mendorong generasi muda mulai menabung sejak usia remaja, khususnya menabung di bank-bank syariah. Saat ini ada kurang lebih 32 bank syariah di seluruh Indonesia. ”Kami harapkan mereka sudah mulai menabung, misalnya saat berusia 20 tahun sudah memiliki tabungan Rp 25 juta, maka sudah dapat kursi haji.

Kemudian katakanlah usia 40 atau 50 tahun sudah berangkat haji, insyallah masih kuat,” terangnya. Redaktur pelaksana Harian Suara Merdeka, Edy Muspriyanto menyambut baik rombongan BPKH di kantor redaksi Suara Merdeka.

Menurut Edy, Suara Merdeka dapat menjadi mitra strategis bagi BPKH dalam membantu mempublikasikan program BPKH kepada masyarakat luas. Pada kesempatan itu, BPKH juga berkunjung ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menyerahkan satu unit mobil operasional bagi jamaah haji lanjut usia saat berada di wisma embarkasi Donohudan Solo.(arw-56)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *