JAKARTA,Suara Merdeka.News. – Bagi sebagian orang minum susu menjadi aktivitas yang tidak menyenangkan. Rasa mual dan mules di perut menjadi dampak yang dirasakan bagi orang yang mempunyai intoleransi dengan laktosa atau dikenal laktose intolerance setelah minum produk susu.

Kondisi ini membuat Cimory berinovasi dalam menghadirkan produk yang bisa dinikmati setiap orang. Pada pertengahan September lalu, Cimory memperkenalkan lini produk terbarunya yakni yogurt yang dikombinasi dengan vitamin C yakni Cimory Yolite C+.

Meski sudah mulai masuk ke pasar pada bulan Mei lalu, Cimory Yolite terus diperkenalkan karena menjadi varian yang cukup menyegarkan. Produk unggulan terbaru ini memiliki kelebihan dalam satu kemasan. Selain mengandung susu sapi segar, Yolite juga berisi bakteri baik, yang dipadukan dengan vitamin C dari sari buah-buahan. “Cimory Yolite C+ juga memiliki tekstur yang lebih ringan dari yogurt biasa sehingga terasa menyegarkan,” kata Senior Brand Manager Cimory Sheila Aryyani saat ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Berbeda dengan produk Cimory Yoghurt, Yolite memiliki warna yang senada yakni kekuningan meskipun varian rasanya bermacam-macam. Langkah ini diambil Cimory untuk menekankan pada tambahan vitamin C itu sendiri yang identik dengan warna kekuningan.

Namun, sama halnya dengan produk yoghurt Cimory lainnya, Cimory Yolite juga dipasarkan dengan sistem penjualan langsung melalui Miss Cimory. Namun, selain penjualan, soal edukasi pentingnya susu dan yoghurt bagi tubuh juga digencarkan Miss Cimort. Terutama yoghurt yang mengandung bakteri baik.

Cimory Yolite C+ ini hadir dengan lima varian rasa; Original, Lemon, Jeruk, Stroberi dan Bluberi. Setiap varian rasa tentunya memiliki rasa yang lezat dan mengandung Vitamin C. Cimory Yolite C+ telah tersedia di supermarket dan mini market dengan harga Rp.7,900.

Sheila menilai tantangan di Indonesia adalah masyarakat tidak menyukai rasa yang asam. Yoghurt bahkan dikhawatirkan akan membuat perut terasa mulas, apalagi jika diminum pada pagi hari.

“Padahal itu mitos, jadi dengan porsi 250 mililiter kami merasa buat orang dewasa cukup pas. Dan malah diharapkan anak kecil juga bisa konsumsi,” tambahnya.

Pemerhati Gizi Dr Haekal Anshari menambahkan asupan susu sangat penting bagi tubuh. Sayangnya, di Indonesia terdapat fakta bahwa konsumsi susu masih sangat rendah dibandingkan dengan kebanyakan negara lainnya di dunia, yaitu hanya 16,5 liter per kapita per tahun.

Fakta lain juga menunjukkan bahwa sebagian besar dari masyarakat Indonesia adalah lactose intolerant, yang membuat semakin banyak orang dewasa Indonesia ragu untuk mengkonsumsi susu.

Haekal menjelaskan kondisi intoleransi laktosa adalah masalah pencernaan yang terjadi ketika tubuh tidak dapat mencerna laktosa, yaitu bentuk gula yang terdapat pada susu dan produk olahannya. Orang dengan intoleransi laktosa tidak menghasilkan enzim laktase yang cukup, sehingga laktosa yang tidak tercerna masuk ke usus besar lalu terfermentasi oleh bakteri, dan menimbulkan berbagai gejala. Gejala biasanya terjadi 30 menit hingga 2 jam setelah mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa.

Diantaranya adalah mual, diare, kram perut, perut kembung, sering buang angin. “Sebenarnya agar menjaga tubuh dalam kondisi laktase, minum susu walau sampai dewasa, ” ujarnya.

Namun, jika khawatir susu akan membuat badan gemuk atau menambah kolesterol dalam tubuh, Haekal menyarankan untuk memilih susu low fat. Untuk Cimory Yolite C+, Haekal menilai produk ini cukup inovatif. Psalnya, Cimory menciptakan yogurt yang memecah laktosa menjadi asam laktat sehingga aman untuk dikonsumsi bagi mereka yang lactose intolerant.

Apalagi, inovasi juga dilakukan dengan menambah kadar Vitamin C sehingga konsumen akan mendapatkan banyak kebaikan dalam sekali teguk.

“Konsumsi vitamin C setiap hari tentunya mampu memberikan banyak manfaat seperti dapat menjaga kulit, tulang, dan jaringan ikat tetap sehat, mengandung anti oksidan yang dapat menangkal radikal bebas sehingga sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuh, merangsang sintesis kolagen dan membantu perlindungan antioksidan serta sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuh,” papar Haekal.

Bahkan, dia menyatakan konsumsi yogurt justru baik dilakukan pada pagi hari. Anak-anak pun aman mengkonsumsi varian ini karena kandungan gulanya relatif rendah.

Menurutnya, tubuh memang membutuhkan nutrisi lain. Namun ketika hal tersebut diasup dengan teratur, begitu banyak manfaat yang bisa didapatkan. Susu yang mengandung nutrisi yang lengkap seperti; protein, karbohidrat, lemak, kalsium, vitamin dan mineral memiliki manfaat tidak hanya untuk tumbuh kembang anak, namun memiliki manfaat jangka panjang antara lain membantu memelihara kesehatan tulang dan gigi, serta daya tahan tubuh.

Sementara yogurt drink yang terbuat dari susu yang difermentasi oleh bakteri asam laktat memiliki kandungan untuk menjaga kesehatan pencernaan, sehingga meningkatkan daya tahan tubuh, membantu menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah, bahkan dapat membantu menurunkan berat badan. Di sisi lain vitamin C harus dikonsumsi sesuai dengan angka kecukupan gizi harian karena bermanfaat untuk menangkal radikal bebas, membantu pembentukan kolagen dan mempercepat proses pemulihan saat sakit sehingga baik untuk meningkatkan daya tubuh. “Karena itu kembali lagi bahwa yogurt plus vitamin C disarankan untuk dikonsumsi secara teratur setiap hari,” ungkapnya.

Penuhi Empat Protein
Selaku Brand Manager Cimory, Sheila menambahkan Cimory berkomitmen meningkatkan konsumsi protein rakyat Indonesia. “Seluruh produk Cimory dari awal diciptakan untuk menjawab permasalahan umum yang ada di masyarakat. Brand Cimory sendiri hadir karena rasa peduli mendalam terhadap peternak sapi lokal dan distribusi susu berkualitas,” tambahnya.

Cimory akan terus menciptakan produk yang mengandung protein yakni susu, soya, daging, dan ikan. Cimory juga tengah mengembangkan modern farming di Indonesia. Diharapkan, jika skema pertanian modern ini diaplikasi, maka produksi susu di Tanah Air akan meningkat. “Pada akhirnya, konsumsi susu juga diharapkan bisa meningkat,” tutupnya. (J10/69)