Chris John Terima The Legend Award

SEMARANG- Petinju Yohannes Christian John atau akrab disapa Chris John menerima penghargaan “The Legend Award” dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid). Penyerahan penghargaan yang diserahkan langsung Pendiri dan Ketua Umum Leprid, Paulus Pangka tersebut diberikan petinju kelahiran Banjarnegara tersebut atas dedikasi dan prestasi dalam olah raga tinju.
Paulus Pangka mengatakan, pihaknya telah mencatat dari 2003 hingga 2013, Chris John berhasil meraih juara tinju dunia WBA dengan mempertahankan sabuk juara sebanyak 18 kali berturut-turut.
“ Hingga saat ini belum ada petinju Indonesia yang bisa menyaingi prestasi Chris John. Ia berhasil menggumpulkan 51 kali kemenangan dalam 52 pertandingan. Chris John juga pernah dianugerahi Life Time Achievement Award dari WBA atas prestasi tersebut. Atas semua prestasinya tersebut Leprid mengapresiasi dengan menganugerahkan penghargaan dengan predikat The Legend Award,” ungkap Paulus Pangka di Kantor Leprid Jl Berlian, Semarang, Minggu (14/7).
Dalam penganugerahan tersebut, Leprid memberikan medali prestasi, piagam penghargaan dan trofi serta buku motivasi.
Dengan penganugerahan penghargaan tersebut, Chris John bertekad akan terus berkarya di olah raga tinju dengan berbagi ilmu kepada atlet-atlet muda Indonesia. Ia mengaku telah pensiun menjadi petinju dan akan fokus memajukan olah raga tinju Indonesia dengan mendirikan manajemen khusus menangani atlet tinju.
“ Dengan penghargaan dari Leprid ini saya akan lebih bersemangat lagi untuk memajukan olah raga tinju Indonesia agar dapat memunculkan petinju-petinju penerus juara dunia. Saya bersyukur, saat ini pemerintah daerah Kupang NTT telah mendaulat saya untuk bisa menggembleng petinju daerah tersebut. Banyak petinju muda yang berbakat, namun bakat saja tidak cukup kalau tidak ditangani oleh pelatih maupun manajemen yang tepat,” kata dia.

Mencetak Petinju

Chris John berharap apa yang telah dilakukan Pemda Kupang dapat dilakukan pemerintah daerah lainnya. Tak terkecuali Pemprov Jawa Tengah. Ia mengaku akan dengan senang hati jika diberikan kepercayaan untuk mengatur manajemen dan program untuk mencetak petinju-petinju muda berbakat menjadi juara dunia.
Selain Chris John, Leprid juga memberikan penghargaan kepada Elisabeth Liu. Elisa seorang promotor tinju pertama di Indonesia yang mencetak juara dunia tinju (The Border Battle 2019).
Paulus mengatakan, Elisabeth Liu mendapat penghargaan Leprid karena kegigihannya dalam memajukan bidang olah raga tinju. Wanita yang akrab di sapa Elsa ini merupakan promotor tinju pertama di Indonesia yang mencetak juara dunia tinju.
” Elsa merupakan pendiri Fahiluka Surya Production yang didalamnya tergabung orang-orang yang peduli terhadap kemajuan Indonesia khususnya di NTT di bidang hukum, olahraga, pariwisata, pendidikan dan ekonomi,’” jelas Paulus.
Elsa menyatakan akan tetap fokus menggelar pertandingan tinju secara profesional untuk memajukan olah raga ini di Tanah Air.
“ Tidak mudah untuk memberikan pemahaman kepada orang-orang terutama sponsor dalam menggelar kejuaraan olah raga ini. Namun bagi saya, kesulitan harus dihadapi dengan kegigihan agar olah raga tinju di Indonesia bisa semakin maju dan banyak kejuaraan-kejuaraan yang digelar di sini,” ujarnya. (H55-45)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort