INPUT DATA : Petugas di KPU Pati melakukan input data dalam sistem informasi penghitungan suara (Situng) hasil Pemilu 2019, beberapa waktu lalu.(49)
- Politik

Calon Anggota DPRD Ditetapkan

PATI, Suaramerdeka.news – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati akan menetapkan perolehan kursi dan calon anggota DPRD Kabupaten Pati terpilih hasil Pemilu 2019, Sabtu (10/8). Penetapan melalui rapat pleno terbuka itu digelar pukul 13.00 di Hotel New Merdeka.

“Setelah ada putusan Mahkamah Konstitusi berkait permohonan perselisihan hasil pemilu, maka kami dapat melanjutkan tahapan penetapan perolehan kursi dan calon terpilih anggota DPRD di tingkat kabupaten,” ujar komisioner KPU Pati Supriyanto, kemarin.

Dia mengemukakan, pemilihan waktu rapat pleno tersebut didasarkan atas ketentuan yang berlaku. Ketentuan itu berupa Peraturan Komisi Pemilihan Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 14 tahun 2019 tentang Perubahan Kelima atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 7 tahun 2017 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum tahun 2019.

Berdasar ketentuan tersebut, tahapan penetapan perolehan kursi dan calon terpilih anggota DPRD kabupaten/kota paling lama lima hari setelah salinan penetapan, putusan dismisal atau putusan Mahkamah Konstitusi (MK) diterima oleh KPU RI. Ketentuan itu berlaku untuk penetapan ketika terdapat permohonan perselisihan hasil Pemilu di MK.

“Putusan dibacakan sembilan hakim konstitusi pada 7 Agustus dan diterima KPU RI pada hari yang sama. Karena itu, kami diberikan waktu maksimal lima hari atau paling lambat 11 Agustus. Untuk di Pati, kami sudah siap melaksanakan sebelum ketentuan waktu maksimal atau pada 10 Agustus,” jelasnya.

Pati merupakan daerah yang masuk dalam permohonan perselisihan hasil Pemilu. Terdapat dua permohonan yang berkait dengan Pati, yakni diajukan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dan Partai Demokrat.

Proses hukum sengketa yang diajukan pihak dua parpol itu telah selesai. Itu ditandai dengan putusan hakim konstitusi yang menyebutkan, permohonan dua pemohon tersebut tidak dapat diterima. Putusan diucapkan sembilan hakim konstitusi melalui sidang pleno MK terbuka untuk umum pada 7 Agustus.

Partai Perindo menggugat keputusan KPU tentang penetapan hasil Pemilu. Dalam permohonannya Perindo menganggap terdapat penghilangan suara sah di tiga TPS untuk calon anggota legislatif nomor urut 10 Joko Mustiko pada daerah pemilihan Pati I (Kecamatan Pati Kota, Margorejo, Gembong, dan Tlogowungu).

Dalam dokumen permohonan, juga disebutkan adanya penggelembungan suara di sejumlah TPS untuk calon anggota legislatif Perindo nomor urut 2 dari daerah pemilihan yang sama Agus Rofi’i. Berdasar dokumen KPU, Agus Rofi’i meraup sebanyak 4.782 suara dan Joko Mustiko mendapat 4.721 suara.

Adapun permohonan Partai Demokrat berkait indikasi kecurangan masif dan terencana yang dilakukan calon anggota DPR RI nomor urut 2 partai tersebut pada daerah pemilihan Jateng III (Pati, Grobogan, Rembang, dan Blora)Harmusa Octaviani. Indikasi perubahan data ditemukan caleg nomor urut 1 dari partai yang sama, Djoko Udjianto selaku pemohon di Blora dan Rembang.(H49-49)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *