Busana Ramah Lingkungan Dari Nina Nugroho

JAKARTA-Desainer busana muslimah, Nina Nugroho masih konsisten dengan busana ramah lingkungan yang diterapkannya sejak beberapa waktu terakhir. Ia menyadari benar, industri fashion menjadi penyumbang limbah terbesar yang berpotensi mencemari lingkungan. Karena itu lah, ia terus mendukung kampanye gerakan sustainable dan ethical fashion.

Nina, pemilik label busana muslimah untuk profesional yang mengangkat konsep modern klasik itu melihat fast fashion menjadi salah satu penyebab besarnya limbah fashion yang dihasilkan. Fast fashion yang dipaasarkan dengan harga sangat terjangkau, menjadikan perputaran  koleksi busana sangat cepat. Dengan tren yang terus berkembang, konsumen pun tak henti berburu produk-produk fast fashion tersebut. Sayang, perpuataran fashion yang sangat cepat itu tidak diikuti kesadaran para desainer menerapkan program sustainable dan ethical fashion. 

‘’Produk Nina Nugrohosudah menerapkan program fashion berkelanjutan dan berupaya untuk meningkatkan etika dalam berfashion. Salah satunya dengan membuat busana yang hemat dalam hal penggunaan bahan. Kami menerapkannya dengan busana two in one. Dilihat sepintar seperti mengenakan dua busana,tetapi sebenarnya hanya satu. Dengan begitu, maka bahan yang digunakan bisa lebih dihemat, juga tidak banyak sisa bahan yang dibuang,’’ ungkap Nina usai memperagakan busananya dalam acara ISEF 2019 di JCC Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain dalam desain, Nina juga terus melakukan pembinaan terhadp sumberdaya manusia yang dimiliki. Mereka terus dibina untuk dapat memproduksi busana berkualitas tinggi, tanpa mencemari lingkungan.

‘’Kadang memang ada masalah ya, kenapa sih memilih cara yang sulit bukan yang mudah saja. Lalu saya jelaskan, karena cara yang lebih sulit itu dapat mengurangi proses pencemaran lingkungan. Mereka biasanya akan mengerti.Pembinaan itu dilakukan terus menerus,’’ ungkap Nina lagi.

Dalam peragaan yang dilakukan siang itu,Nina mengusung delapan koleksinya yang belum lama ini telah dibawa ke New York. Kedelapan busana itu berupa celana panjang, blus, outer pendek maupun panjang. Bahan yang digunakan antara lain adalah tenun Garut yang selama ini belum banyak dilirik konsumen di Indonesia.

Nina juga bekerjasama dengan Deer Bag yang selama ini lebih banyak memasarkan produk-produknya di luar negeri. Nina mengajak Deer Bags agar mulai memasarkan produknya di Indonesia.(tn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *