- Regional Jateng

Bus Kembali Diminati Untuk Mudik

SOLO – Organda tidak khawatir bahwa pengoperasian jalan tol bakal mengurangi minat para pemudik naik bus dan beralih ke kendaraan pribadi. Ketua Organda Kota Surakarta Joko Suprapto bilang, beroperasinya jalan tol Trans Jawa justru akan mengembalikan minat masyarakat kembali memilih bus sebagai moda transpotasi untuk mudik. Sebab, perjalanan menjadi nyaman dan lebih cepat. Menurut dia, dengan beroperasinya jalan tol juga akan memecah perjalanan sehingga jalan konvensional tidak terlalu penuh dengan kendaraan angkutan saat mudik maupun balik.

Di sini pula, pemudik juga bisa memilih, mau naik bus yang lewat jalan tol atau jalan konvensional. “Saya kira semua punya pasar sendiri-sendiri. Yang senang naik bus akan naik bus, yang senang naik kereta api juga akan naik kereta api, dan yang senang naik pesawat pasti akan naik pesawat,” kata Joko, Rabu (15/5). Untuk angkutan Lebaran 2019, Organda Kota Surakarta menyiapkan 600 bus, baik itu antar kota antar provinsi (AKAP) maupun AKDP (antar kota dalam provinsi).

Menurut dia, semua bus itu sudah dipersiapkan oleh pemiliknya, perusahaan otobus (PO). Angkutan Lebaran biasanya berlaku H-7 sampai H+7. Tapi itu bisa saja diubah menjadi H-10 sampai H+10, tergantung kebijakan Kementerian Perhubungan. “Dari tahun ke tahun, yang namanya angkutan lebaran itu tidak pernah sepi, selalu ramai. Kami tidak khawatir kehadiran angkutan online atau angkutan tanpa trayek itu,” kata Joko.

Kembalinya para pemudik memilih bus sebagai moda transpotasi juga diakui para pemilik atau pengelola agen tiket bus di Solo, yang ditemui terpisah. Selain pengoperasian jalan tol yang mengakibatkan perjalanan darat menjadi lebih nyaman dan lebih cepat, menurut mereka, kembalinya bus untuk transpotasi pulang kampung juga dipengaruhi mahalnya harga tiket penerbangan. “Salah satu alasan tingginya minat masyarakat naik bus dipengaruhi jalan tol yang menjadikan lebih cepat perjalanannya.

Alasan lain karena tiket pesawat terbang kini mahal,” kata pemilik agen tiket bus Jawa Baru Overland Solo, Tri Suhendri. Tri menjelaskan, sebelumnya para penumpang bus tujuan Lombok, diberangkatkan setiap hari. Namun lantaran sempat mengalami penurunan penumpang, karena tiket penerbangan murah, akhirnya hanya dilayani seminggu dua kali. Mulai Mei 2019, jadwal menjadi tiga kali seminggu, Selasa, Kamis dan Minggu pukul 16.00 WIB.

Sedang ke Bali setiap hari, berangkat 17.00 dan 18.00 WIB. Untuk angkutan Lebaran tahun ini, kata dia, tidak ada penambahan armada dan hanya mengoperasikan tiga unit bus. Tapi jumlah itu lebih banyak dari tahun lalu yang hanya dua unit bus. Bila ada rombongan menggunakan satu bus penuh, kemungkinan akan ada tambahan armada. Untuk kapasitas bus jurusan Jakarta sebanyak 32 tempat duduk, ke Bali 28 tempat duduk, dan ke Lombok 32 tempat duduk.

Terpisah, Parni, karyawan PO Putra Remaja bilang, hampir tiap Lebaran, Putra Remaja memberangkatkan 5 hingga 6 unit bus ke Sumatera, yakni ke Lampung, Jambi, dan Palembang. Bahkan kalau ramai bisa memberangkatkan 7 hingga 8 bus. Jumlah itu dua atau tiga kali lipat dari hari biasanya yang hanya 2-3 bus. Berangkat ke Lampung pukul 14.00 WIB dan lama perjalanan diperkirakan 24 jam.

Ke Palembang dan Jambi berangkat 15.00 WIB membutuhkan 30 jam perjalanan. “Sebenarnya sejak ada jalan tol perjalanan jadi lebih enak, soalnya lebih cepat. Tapi perjalanan lewat tol tegantung penumpang. Kalau ada penumpang dari Boyolali lewat jalan biasa, tapi kalau tidak ada bisa lewat tol. Kalau lewat tol, perjalanan tidak sampai lama tapi kalau lewat jalan biasa bisa macet dan lebih lama,” jelasnya.(G8)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *