Bus dan Truk Dilarang Masuk Kota Lama

SEMARANG – Bus dan truk bertonase lebih dari tiga ton dilarang masuk kawasan Kota Lama.
Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Satlantas Polrestabes Semarang sudah memasang rambu-rambu larangan itu di tiga titik. Ketiga titik itu merupakan akses masuk menuju ke kawasan wisata tersebut.
Kabid Pengendalian dan Penertiban Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, pemasangan rambu larangan merupakan salah satu langkah awal mengurangi arus kendaraan yang melintas di kawasan Kota Lama.
Hal itu khususnya di Jalan Letjen Suprapto atau jalan utama menuju Kota Lama. Untuk sementara, rambu-rambu itu baru diberlakukan bagi kendaraan bertonase berat.
”Larangan melintas dimulai dari sebelah utara di perempatan Polder Tawang, sebelah timur di perempatan Sayangan, dan sebelah selatan di perempatan Bubakan. Bus dan truk diharapkan untuk berjalan melingkar, menghindari jalan masuk ke kawasan wisata Kota Lama,” ujarnya saat pemasangan rambu-rambu larangan itu, Selasa (10/12).
Perubahan Rute
Dia mengatakan, untuk BRT dan Bus Si Kenang juga akan dilakukan perubahan rute sehingga melintas di area luar kawasan Kota Lama.
Jalan paving di Kota Lama, kata Danang, memang bukan untuk kendaraan berat, namun hanya pejalan kaki dan kendaraan ramah lingkungan.
Misalnya, seperti sepeda dan mobil golf yang merupakan kendaraan listrik maupun kendaraan lain yang terbebas dari polusi udara.
”Apalagi di bawah jalan tersebut ada proses ducting atau terdapat kabel dan saluran drainase. Dengan demikian, dikhawatirkan kalau dilintasi kendaraan bertonase berat akan rusak,” terangnya.
Pengawasan dan penindakan, lanjut Danang, akan dilakukan terus-menerus oleh Dishub bersama Polrestabes dan Polsek Semarang Utara.
Selain itu, bus wisata yang hendak menuju Kota Lama diminta untuk parkir di kantong parkir Sendowo. Lokasi itu bisa diakses melalui Jalan Agus Salim.
Sementara untuk bus yang datang dari arah Jalan Imam Bonjol, langsung diarahkan menuju kantong parkir di Pool Damri, Jalan Mpu Tantular.
”Sebelumnya, rambu-rambu larangan sebenarnya telah dipasang. Hanya saja, dulu untuk truk dengan kapasitas melebihi di atas tiga ton atau muatan berat saja. Bagi kendaraan dengan kategori bus dan truk kurang dari tiga ton yang berizin, masih diperbolehkan masuk. Misalnya, saat ada kegiatan perbaikan saluran di Kota Lama,” paparnya.
Sementara itu, Kasubnit II Dikyasa Satlantas Polrestabes Semarang, Ipda Rudiyanto mengatakan, pemasangan rambu-rambu ini, baru bersifat sosialisasi yang berlaku selama tiga pekan ke depan.
Untuk penindakan, kata dia, sangat jelas, yakni jika ada pelanggaran maka akan dilakukan penegakan hukum, berupa penilangan.
”Sosialisasi larangan ini sebagai bagian dari rencana untuk menjadikan Kota Lama, sebagai daerah yang bebas kendaraan atau kawasan city walk,” kata dia.
Dia mengatakan, muatan berat yang melintas di kawasan Kota Lama berakibat merusak kualitas jalan paving yang ada di sana. Adapun untuk bus pariwisata dan BRT, lanjut dia, nantinya juga tidak boleh lagi masuk ke kawasan Kota Lama.
”Bus pariwisata akan ditempatkan di area parkir luar kawasan tersebut. Sama halnya dengan BRT, nanti hanya melintas di area luas kawasan Kota Lama,” ujarnya.(ary-22)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *