BPBD Grobogan Bentuk Unit Layanan Difabel

GROBOGAN, Suaramerdeka.news – BPBD Kabupaten Grobogan membentuk Unit Layanan Difabel (ULD). Dalam pembentukan unit tersebut, pihaknya mengundang Pusat Pengembangan dan Pelatihan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat Solo dan Komunitas Difabel Grobogan.

Tak hanya itu, sejumlah pihak yang berkaitan dengan penanggulangan bencana juga diundang. Mereka di antaranya Kwarcab Grobogan, PMI Kabupaten Grobogan serta pihak terkait lainnya.

Staf Pusat Pengembangan dan Pelatihan Rehabilitas Bersumberdaya Manusia Solo, Novianti mengatakan, pembentukan unit ULD penting. Sebab, masyarakat dengan disabilitas merupakan kelompok paling rentan saat terjadi bencana.

Selain itu, selama ini pemerintah belum sepenuhnya memahami kebutuhan disabilitas. Dengan terbentuknya unit ini, diharapkan masyarakat difabel bisa memberikan informasi terkait kebutuhan dari kelompoknya.

”Karena yang paham kebutuhan difabel ya dari kelompok mereka sendiri. Dengan sinergitas dan koordinasi yang baik antara kelompok difabel dan BPBD diharapkan mereka nantinya bisa terpenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Selain itu, mereka bisa menginformasikan terkait isu-isu kebencanaan,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat dengan difabel bisa terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam penanganan bencana. Mereka bisa ditugaskan untuk membantu proses pemulihan psikologi pascabecana maupun membantu kebutuhan pendataan atau logistik dan dapur umum.

Tak hanya itu, mereka juga bisa diminta untuk menyosialisasikan program pencegahan bencana. Selain itu, membuat peta bencana termasuk menginformasikan jumlah warga dengan disabilitas beserta kebutuhannya di titik bencana tersebut.

”Tidak menutup kemungkinan, mereka juga bisa dilatih pertolongan pertama. Dengan itu, paling tidak mereka mengetahui hal pertama yang harus dilakukan saat menolong korban kecelakaan. Ini supaya mereka memiliki kemampuan dasar pertolongan pertama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Grobogan, Endang Sulityoningsih mengangatakan, belum banyak daerah di Jawa Tengah yang memiliki unit layanan difabel. Menurutnya, di Jawa Tengah baru ada delapan kota/kabupaten yang sudah memilikinya.

”ULD dibentuk untuk meningkatkan kapasitas difabel dalam penanggulangan bencana. Selain itu juga bisa beraktivitas di lingkungannya, dalam hal mengantisipasi ataupun mitigasi bencana di masyarakat dan keluarganya,” ujar Endang.(zul-22)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort