BOS Madrasah dan BOP RA Untuk Pembelajaran Daring

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) RI menganjurkan agar dana BOS Madrasah atau Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) RA, digunakan untuk pembelajaran daring (online), guna mendukung program pemerintah mencegah penyebaran covid-19 (korona). Kemenag juga meminta madrasah berfokus pada pendidikan peningkatan kecakapan hidup siswa dalam pemberian tugas, selama pembelajaran jarak jauh ini.
Hal ini disampaikan Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Kemenag RI, A Umar, Selasa (24/3). ”Belajar di rumah harus lebih menitikberatkan pada pendidikan kecakapan hidup. Contohnya pemahaman mengatasi penyebaran virus korona, penguatan nilai karakter atau akhlak, dan keterampilan beribadah siswa di tengah keluarga,” jelas Umar.
Untuk itu, pihaknya telah menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada Kakanwil Kemenag Provinsi, untuk dilanjutkan ke Kankemenag kabupaten/kota, dan madrasah. Edaran juga mengatur tentang mekanisme penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020/2021. PPDB juga dianjurkan dilaksanakan secara online dan/atau bentuk lain, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, guna mencegah berkumpulnya orang tua dan siswa secara fisik di madrasah.
Guna mendukung kebijakan itu, Kemenag telah menyiapkan e-learning madrasah dalam pelaksanaan belajar di rumah. Sudah lebih dari ada 3.200 madrasah yang memanfaatkan layanan ini. Mereka membentuk 3.548 kelas online yang melibatkan 59.608 siswa dan 8.186 guru.
UN Ditiadakan
Umar juga memastikan pelaksanaan ujian nasional (UN) bagi Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) ditiadakan. Hal itu menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo dan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Pencegahan Penyebaran Covid-19. ”Untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, tidak lagi gunakan nilai UN sebagaimana tahun sebelumnya,” papar Umar.
Kebijakan yang sama juga berlaku juga bagi pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) MA dan MTs. Menurut Umar, UAMBN ditiadakan bagi madrasah yang belum menyelenggarakannya. Adapun bagi madrasah yang telah melaksanakan, maka pesertanya akan mendapatkan Sertifikat Hasil UAMBN (SHUAMBN). SHUAMBN dapat dicetak langsung oleh madrasah melalui aplikasi UAMBN-BK. Panitia UAMBN Kanwil Kemenag Provinsi dapat mengunduh hasil UAMBN-BK jenjang MA dan MTs pada laman uambnbk.kemenag.go.id mulai 26 Maret 2020. Selanjutnya hasil UAMBN-BK didistribusikan kepada MA dan MTs di wilayahnya dalam bentuk soft file. (H2-68)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *