Bonus Demografi Jadi Peluang Tumbuhkan Pengusaha

JAKARTA – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) bersiap menggaet generasi muda untuk terjun sebagai pengusaha. Apalagi, pada 2030 hingga 2040 akan mengalami bonus demografi dimana penduduk usia produktif meledak.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Hipmi Mardani H Maming menyatakan anak muda harus dipersiapkan untuk menghadapi era bonus demografi. “Kalau kita tidak mempersiapkan anak muda kita hadir di birokrasi, hadir di eksekutif, di BUMN-BUMN, hadir sebagai pengusaha maka kita tidak akan mendapatkan pengusaha handal, untuk menghadapi bonus demografi,” katanya saat acara pelantikan Pengurus BPP Hipmi di Jakarta, Rabu (15/1).

Hipmi sendiri mempunyai program untuk mempersiapkan kaum muda menghadapi era bonus demografi.
“Kita bangun HIPMI coffee dan HIPMI go to school dan dengan para konglomerat , bukan hanya teori tapi membuat praktik HIPMI coffee yang ada di kampus. Selama ini kalau anak muda hanya dikader, jadi setelah lulus kuliah dia bisa menghadapi tantangan,” ujarnya.
Menurutnya, program HIPMI Coffee Entrepreneur dengan HIPMI Perguruan Tinggi menjadi salah satu cara bagaimana HIPMI turut berupaya meningkatkan kualitas SDM generasi muda. Program ini merupakan hasil kerjasama BPP HIPMI dengan produsen kopi yang langsung menjadi mentor di bidang itu. “Kita pupuk mulai dari bangku kuliah,” tambahnya.

Selain HIPMI Coffee Entrepreneur, Maming menyatakan HIPMI juga akan terus menggencarkan program HIPMI Goes to Campus, HIPMI Goes to School, HIPMI Santripreneur serta membuka akses permodalan dan pembinaan bagi seluruh anggota HIPMI. Sebagai Ketua BPP Hipmi 2019-2022 terpilih, Mardani juga berharap dunia usaha dapat lebih bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah.

“Program-program tersebut kami gagas dengan tujuan untuk membangun semangat dan jiwa entrepreneurship dalam diri generasi muda kita, ” ujarnya.

Dia mengharapkan SDM para pengusaha muda Indonesia kelak dapat berkembang menjadi pengusaha yang handal, professional dan memiliki daya saing. Namun, perlu ada sinergi dengan pemerintah daerah. “Dengan begitu, akan lahir banyak pengusaha muda hebat dari daerah, munculnya peluang investasi, terbuka lapangan kerja baru, sehingga ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia semakin meningkat,” tambahnya.

Pengusaha muda yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Tanah Bumbu (Tanbu) Kalimantan Selatan ini mengusulkan kepada pemerintah untuk berani merekrut generasi muda untuk bekerja dan mengemban tanggung jawab pada posisi strategis. Mardani menilai sudah saatnya Indonesia mulai mengoptimalkan peran generasi milenial di berbagai bidang.

“Misalnya berilah kesempatan generasi muda kita untuk menduduki jabatan penting di BUMN yang jumlahnya mencapai 142 perusahaan. Pada saatnya nanti, mereka akan siap menghadapi persaingan di era bonus demografi,” ujarnya.

Sementara itu, Mantan Ketua BPP Hipmi Sandiaga Uno mengharapkan Hipmi bisa berperan membentuk pejuang-pejuang pengusaha muda. “Hipmi menjadi komandan lebih dari 30 ribu pengusaha muda seluruh Indonesia. Kita harapkan 2020 ini Hipmi bisa berperan sebagai pejuang-pejuang pengusaha bahu membahu meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita, membuka lapangan kerja dan juga menstabilkan ekonomi,” ujarnya di tempat yang sama. (J10/69)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *