Bongky Marcel Adalah Smailing Jendral Yang Baik.

Jakarta, Suaramerdeka.NewsBongky Marcel (54), musisi kugiran yang lebih suka disebut sebagai pejalan. Karena dewasa ini lebih banyak menghabiskan waktu di jalan. Serta mempunyai kecenderungan tidak berpikir tentang pulang, akhirnya marah juga mengetahui Pancasila hendak diobrak abrik para pihak demi kepentingan sepihak sejumlah politisi.

Pancasila, pilar ideologis negara Indonesia, yang dimaklumkan sebagai rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia, menurut Bongky merupakan harga mati. Sudah final.

“Tapi akhir-akhir ini ada upaya yang mau mengayak-ayak Pancasila. Maka saya harus melawan lewat cara saya,” kata mantan motor grup band CSC (Cikini Stone Complex), Slank, dan BIP, itu saat memperkenalkan single terkininya di studio Zonmer (Zonna Merah) di bilangan Bangka Raya, Jakarta, Rabu (12/8/2020) petang.

Bongky Marcel. (SMNews/Bb).

Ya via lagu lawas milik BIP berjudul “Garuda Pancaroba,” yang pernah dirilis di album kedua BIP tahun 2001 lalu, Bongky mengaransemen “Garuda Pancaroba,” dalam tempo yang lebih cepat, dan berderak-derak, sehingga menyuratkan amarahnya, sekaligus menunjukkan sikap tegas melawan, kepada siapa saja yang hendak mengubah kesakralan Pancasila.

Bedanya, kali ini Bongky yang harus mengistirahatkan kakinya sejenak dari sejumlah perjalanannya, malih rupa sebagai Smailing Jendral (bukan Smiling General), dengan melibatkan kawan-kawan seperjalanan dan seperkreatifitasan lainnya. Yaitu Irang Arkad (vokal), Jaka Djakers (drum), dan Thomas (gitar).

Smailing Jendral. (SMNews/Bb).

Bukan kebetulan juga jika single ini dirilis ulang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI ke-75 di tahun 2020, karena menurut Bongky, yang juga menulis liriknya, momennya sangat tepat.

“Karena Garudaku sedang limbung, kapan mau sehat lagi, dan kita berdoa saja Garuda jangan sampai mati…,” kata Bongky sembari menyitir lirik “Garuda Pancaroba,” yang berbunyi; //Berat berat berat sakit berat/ Garudaku limbung kena penyakit yang ganas/ Ngga bisa terbang tinggi hampir habis tenaganya// Exim panu kadas kurap, garuda exim panu kadas kurap/ Garudaku bingung kena serangan yang parah/ Bulunya pada rontok, hilang gambar di dadanya// Mana lagi patriotmu yang dulu rela berkorban/ Mana lagi pendukungmu yang berseru ayo maju// Apakah kau masih murni, perkasa seperti dulu/ Apa kau kan sehat lagi, jangan sampai kau mati//.

Bongky menerangkan, single yang dimaksudkan juga untuk menjawab banyak pertanyaan dari fans BIP yang militan, agar Bongky tidak pernah mati dalam menghasilkan karya baru itu, diadaku hadir dengan warna yang lebih segar.

“Ini seperti proyek unfinished. Lagu ini juga untuk mengakomodasi fans BIP. Mereka minta lagu-lagu yang samangat, makanya dengan semangat lebih powerfull lahirlah Smailing Jendral. Juga bentuk keprihatinan atas Pancasila yang diayak-ayak, digoyang goyang, makanya saya buat lagu ini. Padahal Pancasila sudah final,” kata Bongky yang mengenakan kaos putih kusam berlambang Garuda Pancasila.

“Beda lagu baru ini dengan aransemen lamanya, pada spiritmya. Di versi baru ini, ada bentuk yang lebih padet, dari beat dan feel-nya. Karena lebih semangat. Kita juga maen dua tempo. Dulu agak kagok, (saat mainimmya), dan bingung maininnya, sekarang uda biasa. Temponya 5/8 dan 4/4,” terang Bongky.

Bongky Marcel. (SMNews/Bb)

Hal senada dikatakan Irang. Menurut vokalis yang tampak jauh lebih religius ini,”(Di lagu versi baru ini) Feel-nya lebih dapet. Dulu masih mencari-cari. Sekarang uda nemu feel-nya,” katanya. Segendang sepenarian, Jaka mengatakan hal yang sama,” (Lagu ini) Lebih dewasa dan lebih mateng,” katanya. Demikian halnya dengan Thomas, merasakan hal yang sama,” Sekarang lebih aman (mainin lagunya), soul-nya uda dapet. Energinya uda kena,” katanya.

Bongky yang tampak jauh lebih “menep” dan bijaksana, meski banyak kontraversi yang diarahkan kepadanya, sejatinya di single ini ingin membuat aufklarung, enlightenment, pencerahan kepada penikmat musik rock.

“Saya ingin membuat pencerahan, sesuatu yang terang. Dan tek tok ama temen-temen, dan momentumnya kena,” katanya. Bahkan sepeceritaan Irang, single ini — yang akan diikuti beberapa materi lagu lainnya — digarap dalam tempo yang lekas.

Time line produksi hanya satu hari. Just do it. Pokoknya tinggal dilakuin. Taunya uda jadi,” kata Irang yang juga mengaku makin marah melihat Pancasila diperlakukan tidak semestinya. “Padahal Pancasila dibuat untuk semua umat, menurut pemahaman saya ya. Seperti Rukun Imam (jika) orang mau jadi orang Indonesia, ya Pancasila,” katanya.

Oleh karenanya, Bongky merasa kasihan dengan generasi masa kini yang hanya mengenal Pancasila sebagai hiasan dinding belaka. “Yang kasian anak-anak kita. Ngertinya Pancasila hanya jadi hiasan dinding,” kata Bongky masygul.

Bagaimana komentar Pay Burhan atas lagu versi baru in? “Go on, go on, katanya. Kita ngga pernah mbahas teknis lagu. Bicara feel aja…kalau enak, ya go on,” kata Bongky setelah memperdengarkan “Garuda Pancaroba” kepada kompatriot akutnya itu.

Bismar dari Zonmer, yang bekerjasama dan akan memonitize Smailing Jendral mengatakan, video klip “Garuda Pancaroba”, dihadirkan lewat citra perwayangan. Agar imajinasinya lebih dekat kepada masyarakat,” katanya.

Dia menambahkan, visi Zonmer, yang berniat menjadi rumah atau wadah musisi dan seniman Indonesia, dengan porsi bisnis yang fair. Dengan pembagian royalti bisnis yang clear, sejalan dengan semangat Smailing Jendral. “Untuk Smailing Jendral, kita akan melakukan tampilan dan memperkuat brand-nya dulu. Sembari memutar single ini di YouTube dan radio,” katanya.

Apalagi, imbuh dia, fans base Slank dan BIP besar atas single ini.

Tegus Yuswanto, salah satu anggota tim kreatif Zonmer menambahkan, agar sejalan dengan energi lagunya, video klipnya pun dibuat selaras. Garuda digambarkan dalam siluet wayang orang. Dewi Sinta sebagai perlambang ibu pertiwi yang ingin dikuasai oleh Rahwana — simbol oligarki, harus dilawan oleh Garuda. Garuda bisa begitu sakti ketika rakyat bersatu menyalurkan energinya.

Lagu dan video musik “Garuda Pancaroba” versi Smailing Jendral hanya dapat dinikmati secara eksklusif di channel youtube Zonmer Official. Panjang umur perjuangan mas Bongky, Smailing Jendral yang baik. (Benny Benke -39).







Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort