Blora Gagal Pertahankan Gelar

-Lomba Gerak Jalan 28 Km

BLORA -Tim Kabupaten Blora gagal mempertahankan gelar juara pertama lomba gerak jalan 28 kilometer tingkat Jateng yang digelar di Kabupaten Boyolali, Kamis (10/10). Juara pertama direbut tim Kabupaten Semarang. Sedangkan Blora hanya meraih juara ketiga. Adapun juara kedua ditempati tim Kabupaten Rembang. ”Kami kalah di komponen penilaian kerapian tata barisan,” ujar Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Blora, Hery Sutiyono yang turut mendampingi tim Blora berlaga di event tahunan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada banyak komponen penilaian dalam lomba gerak jalan ini. Di antaranya waktu tempuh, tempuh terbaik, keutuhan regu dan tata barisan atau kerapian. Tim yang melakukan pelanggaran juga akan mendapatkan sanksi pengurangan nilai.
Di lomba kali ini, Kabupaten Semarang yang meraih juara pertama, finish dengan catatan waktu tercepat tiga jam, tiga menit, lima detik. Di komponen catatan waktu ini, tim Blora sebenarnya berada di urutan kedua yakni tiga jam, 10 menit, delapan detik. Adapun Rembang finish dengan waktu tiga jam, 22 menit, 59 detik. Setiap tim juga memiliki waktu interval. Pengurangan waktu finish dan waktu interval menghasilkan waktu tempuh. Tim Kabupaten Semarang menempati urutan pertama waktu tempuh terbaik (3 jam, 1 menit, 05 detik). Tim Blora di urutan kedua dengan catatan waktu tempuh (3 jam, 1 menit, 08 detik). Adapun Kabupaten Rembang di urutan ketiga (3 jam, 1 menit, 59 detik).
28 Daerah
Di komponen penilaian keutuhan regu, tim Semarang, Rembang dan Blora mendapatkan nilai yang sama yakni 200. Tim Rembang memperbaiki perolehan nilainya di komponen penilaian tata barisan sebanyak 285 poin. Adapun Kabupaten Semarang di komponen penilaian tata barisan mengantongi nilai terbaik yakni 290 poin. Sedangkan Blora hanya 280 poin.
Dari berbagai komponen penilaian itu, tim Kabupaten Semarang meraih total nilai terbaik yakni 790 sehingga ditetapkan menjadi juara pertama. Total nilai yang diperoleh Kabupaten Rembang 780,50 dan meraih juara kedua.
Sedangkan juara ketiga tim Kabupaten Blora mendapat total nilai sebanyak 779,75. ”Meski tidak bisa mempertahankan gelar juara, namun kami tetap bangga. Para atlet Blora telah berjuang keras,” tandas Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora, Slamet Pamuji.
Di event yang sama tahun lalu, tim Kabupaten Blora meraih juara pertama. Ketika itu lomba dilaksanakan di Kabupaten Pati. Sedangkan juara kedua diraih Kabupaten Kudus dan juara ketiga Kabupaten Pekalongan. Selain di 2018, juara pertama diraih Blora di 2016 ketika event dilaksanakan di Kabupaten Magelang. Sedangkan pada 2017 di Kabupaten Cilacap, Blora maraih juara ketiga karena salah satu anggotanya terpaksa digendong akibat kelelahan.
Pada lomba gerak jalan 28 kilometer tahun ini di Boyolali, tidak semua kabupaten/kota di Jateng mengirimkan timnya. Dari 35 kabupaten/kota, hanya 28 daerah yang mengikutinya. Tujuh daerah yang absen adalah Kabupaten Grobogan, Kota Solo, Kota Tegal, Kota Magelang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Wonosobo.
Setiap tim terdiri dari 10 orang, yakni sembilan orang masuk tim inti dan satu orang cadangan. Mereka berusia mulai 16 tahun hingga 30 tahun. Adapun rute gerak jalan tersebut melewati tempat-tempat wisata atau objek yang menjadi ikon Kabupaten Boyolali seperti Monumen Susu Murni, Bundaran Patung Kuda, Bundaran Solidaritas, Taman Tiga Menara (Eiffel, Pisa, dan Liberty), miniatur bangunan keajaiban dunia (Borobudur) di Boyolali. Lomba tersebut rutenya dimulai dari Alun-alun Kidul di Kompleks Perkantoran Terpadu Pemkab Boyolali ke utara Patung Soekarno (Jalan Soekarno), Simpang Siaga, Jalan Merapi menuju Alun-alun Lor, Miniatur Borobudur, kemudian kembali ke Jalan Soekarno dan finis Alun-alun Kidul. Juara pertama mendapatkan uang pembinaan Rp 12,5 juta, juara kedua Rp10 juta dan juara ketiga Rp 7 juta. (H18-63)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *