- Pendidikan

Berkolaborasi dengan OVO BAZNAS Kembangkan Kampung Tanggap Bencana

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus mengembangkan Kampung Tanggap Bencana (KTB) di berbagai wilayah Indonesia, yang merupakan daerah rawan bencana.

Berkolaborasi dengan platform pembayaran digital yaitu OVO, BAZNAS mengembangkan Kampung Tanggap Bencana di Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Desa Ciladeun, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang. 

“Dengan dibentuknya KTB di tiga titik ini, kini BAZNAS memiliki 16 KTB di Indonesia, antara lain di Provinsi Riau, Sulawesi Tengah, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Bali, NTB, hingga Papua,” kata Kadiv Pendistribusian BAZNAS, Ahmad Fikri dalam konferensi pers di Kantor BAZNAS Wisma Sirca Johar Baru Jakarta Pusat, Jum’at (23/8/2019) sore.

Hadir dalam acara tersebut Kepala BAZNAS Tanggap Bencana, Dian Aditya Mandana Putri, Kabag Penghimpunan Digital BAZNAS, Hafiza Elvira Nofitariani serta Head of PR OVO, Sinta Setyaningsih.

“Kampung Tanggap Bencana dibentuk untuk mewujudkan masyarakat yang mampu mengantisipasi dan meminimalisasi kekuatan yang merusak, melalui adaptasi.  Apabila terkena dampak bencana, mereka akan dengan cepat bisa membangun kehidupannya menjadi normal kembali atau paling tidak dapat dengan cepat memulihkan diri secara mandiri,” jelas dia.

Sementara itu Head of PR OVO, Sinta Setyaningsih mengatakan, “OVO sebagai platform pembayaran digital terdepan di Indonesia, sangat peduli akan kesejahteraan masyarakat Indonesia, terutama yang berada di daerah rawan bencana. 

“Dalam program ini, OVO bersama dengan para pengguna berhasil mengumpulkan Rp 500 juta yang dimanfaatkan dalam program pencegahan bencana oleh masyarakat di Banten yang termasuk dalam program BAZNAS. OVO siap berkolaborasi dengan BAZNAS yang merupakan lembaga pemerintah yang terpercaya mengelola dana dengan program yang tepat sasaran” kata Sinta.

Dian Aditya mengatakan, Tim BAZNAS Tanggap Bencana dari BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Banten akan secara aktif mendampingi masyarakat di Kampung Tanggap Bencana hingga dapat mandiri dalam program mitigasi ini. 

“Kampung Tanggap Bencana nantinya akan memiliki Kelompok Kerja Tanggap Darurat, kemudian membagi tugas tanggap darurat serta, menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul sementara. Beberapa Kampung Tanggap Bencana yang telah dibentuk sebelumnya bahkan telah memeiliki tabungan sosial dan melakukan simulasi bencana secara rutin,” kata Dian. (htn/69)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *