Bemby Gusti: Serba Bisa, Bisa Semua.

Jakarta, Suaramerdeka.News — Publik boleh awam dengan nama Gusti Pramudya Dwi Mulya (41).

Tapi bila kita menyebut nama Bemby Gusti — demikian ia biasa disapa– maka, pelan dan pasti akan dibuat terkesima dengan sejumlah catatan prestasinya.

Ya, Bemby Gusti yang sejatinya lebih suka berada di balik panggung ini, adalah persona serba bisa, dan bisa melakukan apa saja dalam ranah dunia kreatif.

Dia adalah musisi dan salah satu personil band terkemuka di Indonesia, bernama: SORE.

Di luar posisinya sebagai drummer SORE, Bemby juga berprofesi sebagai komposer, pembuat musik iklan dan music score atau penata musik di sejumlah film nasional.

Apa yang membuat Bemby begitu luar biasa saat ini. Yang pasti. Apa yang diadapatkan sekarang adalah bagian dari, “hasil yang tidak mengkianati proses”.

Ya, proses Bemby dalam dunia musik, telah berjalan panjang. Nyaris sepajang usianya. Ada ketekunan, pengorbanan, kerja keras, kerendah hatian, dan kenekatan di sana.

Tercatat, sebagaimana diceritakannya, karirnya sebagai drummer, atau anggota band, sudah dibangunnya sejak kelas 4 SD.

Bemby kecil bahkan sudah belajar drum di Yamaha Music School. Saat kelas 1 SMP, Bemby bertemu dengan Aghi Narottama dan membuat band yang memainkan musik metal bernama: “Skywalker”.

Bemby dan Aghi terus berteman dan bermain musik band bersama terus, sampai akhirnya pada tahun 2000 Bemby dan Aghi membentuk Band baru lagi beraliran “Post Rock” bernama “LAIN”.

LAIN bahkan berkesempatan rekaman di Seattle USA dan merilis album berjudul “Djakarta Goodbye” di Seattle US. Tapi sayang karena kesibukan keduanya, LAIN harus non aktif.

Hingga pada akhirnya Bemby bersama temanteman kreatif lainnya, yaitu Ade Paloh dan Awan Garnida membentuk band baru, bernama SORE pada tahun 2002.

Hingga tahun 2004, salah satu lagu SORE berjudul “Cermin” masuk sebagai salah satu pengisi Album kompilasi Indie, berjudul “JKT:SKRG”. Lalu pada tahun 2005, SORE akhirnya masuk label rekaman Aksara Records dan merilis album pertamanya berjudul, “Centralismo”.

Yang oleh Time Magazine Asia ditabalkan sebagai “5 Albums Worth Buying”.

Dilanjutkan di album ke – 2 pada tahun 2008 berjudul “Ports Of Lima” oleh label yang sama.

SORE merilis lagi album ke- 3 nya berjudul “Los Skut Leboys,” pada tahun 2014. Serta akan merilis mini album teranyar pada akhir 2019 berjudul “Mevrouw”.

Selain berkreatifitas di band SORE. Bemby juga acap terlibat dalam penggarapan Original Soundtrack (OST) sejumlah film nasional. Seperti “Berbagi Suami”, “Janji Joni”, “Quickie Express”, “Kala”, Pintu Terlarang”, “Perempuan Punya Cerita”, “Modus Anomali”, “Arisan 2”, “Gila Jiwa”, hingga “Gundala”.

Bahkan pernah, dalam sebuah kesempatan, Joko Anwar mengakui jika single SORE berjudul “Bogor Biru,” yang dimatangkan dengan kompatriotnya para personil SORE, adalah inspirasinya untuk karya filmnya Modus Anomali.

Bagaimana ceritanya Bemby bisa sedemikian produktif, sehingga selain berkarya bersama SORE, bisa sedemikian produktifnya menggarap puluhan musik iklan dan Ilustrasi Musik Film atau Music Score?

“Mungkin, karena aku sangat suka dengan semua musik dan suka membuat musik. Plus juga aku memang ingin mempunyai pekerjaan sehari-hari dari sesuatu yang aku senangi,” kata Bemby.

Sepenceritaannya, semua bermula pada tahun 2004, setelah kawan kecilnya, Aghi Narottama kembali dari studinya di Seattle sebagai Audio Engineer.

“Saat itu juga, Aghi dan saya membuat rumah produksi khusus untuk Musik dan Audio bernama “Rooftopsound,””, kata Bemby di Jakarta.

Pada awalnya, sepenceritaan Bemby, Rooftopsound bergerak dalam pembuatan musik-musik iklan. Hingga pada tahun 2005 sutradara Nia Dinata menawarkan kepada tim Rooftopsound membuat projek music score untuk filmnya “Berbagi Suami’.

Setelah mengerjakan OST Berbagi Suami dan sukses meraih piala “Festival Film Jakarta” untuk katagori “Penata Musik Terbaik,” akhirnya dengan seiringnya waktu Rooftopsound, selain tetap mengerjakan musik-musik iklan, juga mengerjakan musik-musik latar untuk film-film Indonesia.

“Sampai sekarang Rooftopsound telah mengerjakan lebih dari 70 film-film, ” kata Bemby sembari menambahkan, itu di luar pengrapan sejumlah pentas Musikal. Seperti ONROP Musikal pada tahun 2010, dan pernah juga menjadi music director untuk SLANK Orchestra Concert “I Slank U” tahun 2012.

Pada Juli 2019 Bemby juga dipercaya sebagai Juri mewakili Indonesia untuk acara “ASEAN +3 Song Contest by Voice of Vietnam” di Ha Long Vietnam.

Berkat kerja kreatifnya yang seolah tak pernah berhenti dan mati, Bemby dan Aghi juga pernah mendapatkan tiga (3) Nominasi Piala Citra Festival Film Indonesia dan sempat memenangkan Piala Citra untuk kategori “Penata Musik Terbaik” pada FFI 2017 via film “Pengabdi Setan”.

Prestasi Pribadi .

Jika bersama Rooftopsound dan Aghi, Bemby sudah sedemikian jauh melangkah dan mencatatkan prestasi. Bagaimana dengan catatan prestasinya sebagai drummer SORE? Sama baiknya. Dan ini yang diamdiam akan membuat gentar orang lain yang menyimak catatan prestasinya.

Bemby tercatat sebagai salah satu dari “50 Best Indonesian Drummers’ versi majalah Rolling Stone Indonesia. Lalu saat masih bersama band LAIN, dia ditabalkan sebagai Best Director untuk Video unuk single, “Train Song”, MTV Indonesia Award 2003.

Bersama band SORE selain oleh Time Magazine, albumnya “Centralismo” dinobatkan sebagai, “5 Best Album Worth Buying”. Oleh majalah Rolling Stone Indonesia album “Ports Of Lima” juga dinilai sebagai “Best Album of 2008” dan salah satu dari “150 Greatest Indonesian Album all Time”.

Menurut Bemby, tidak terlalu sulit melaraskan tiga dunia dalam karirnya saat ini. Sebagai drummer band SORE, penata musik iklan dan penata musik film (Scoring).

“Irisannya tipis. Skoring film dan penampilan langsung atau ngeband, memberi kesempatan luas untuk menuangkan kreativitas. Sedangkan membuat iklan televisi, lebih berfokus kepada pemenuhan permintaan klien,” kata Bemby.

Atas pemahaman itulah, Bemby meng-encaurage anakanak muda Indonesia, yang di matanya mempunyai potensi yang sangat luar biasa, terutama dalam dunia kreatif, untuk bergerak dalam dunia ini.

“Keterbatasan finansial dan akademis, sangat bisa disiasati di dunia ini. Belajar sambil jalan, dulu aja. Yang penting passion-nya kuat. nekad dulu aja. Nanti akan banyak jalan kok,” katanya tanpa bermaksud menggurui. “Jalan, dulu aja,” imbuh dia.

Dengan dukungan ekosistem yang baik, katanya lagi, dia meyakini, akan lahir insaninsan kreatif di dunia kreatif seperti yang ditekuninya saat ini.

Ekosistem yang tepat dan mendukung, sebagaimana Bemby selama ini berada di ekosistem kreatif yang tepat, menjadi alasan utama seseorang berkembang dengan baik.

Ya, Bemby benar adanya. Karena nasib baik hanya berpihak kepada orangorang pemberani seperti dirinya. Yang tumpah dan fokus, serta mendedikasikan waktunya untuk dunia kreatif.

“Karena kalau kita berani, banyak peluang bagus kok yang akan datang dan menghampiri kita,” pungkasnya.

Buktinya, atas keberaniannya itu pula, sejumlah catatan mentereng telah ditorehkannya. Bukan tidak mungkin, dalam waktu dekat ini, dengan segala kreatifitas dan kerendah hatiannya, akan menyusul berbagai prestasi menggetarkan lainnya. (benny benke – 69).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *