Bayi Selamat, Kondisi Pujiati Membaik

-Ibu Hamil Diracun Suami

SEMARANG – Pujiati (35), ibu hamil warga Citarum Selatan, Semarang Timur yang diracun suaminya Agus Suwito (34), menggunakan obat pembasmi tikus kondisinya sudah membaik dan diijinkan pulang. Bayi dalam kandunganya juga lahir dengan selamat setelah wanita tersebut menjalani operasi caesar.

Dokter terpaksa mengambil langkah operasi tersebut karena kondisi kandungan Pujiati lemah, jalan satunya-satunya harus dilakukan operasi tersebut. Sebelumnya wanita hamil tersebut sempat kritis dan mendapatkan perawatan secara intensif di Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum untuk beberapa hari.

“Kondisi korban (Pujiati-Red) sudah membaik. Banyinya juga lahir dengan selamat setelah operasi caesar, jenis kelaminnya perempuan,” ungkap Kapolsek Semarang Timur Iptu Agil Widyas Sampurna saat berkunjung ke rumah wanita tersebut, Senin (11/11) siang.

Terkait suaminya, lanjut dia, masih mendekam di tahanan Polsek Semarang Timur sambil menunggu proses hukum selanjut.

“Proses hukum (untuk Agus Suwito-red) terus berjalan. Dari hasil pemeriksaan dan sejumlah bukti dia dengan sengaja meracuni istrinya yang saat itu sedang hamil delapan bulan,” ujarnya.

Tindakan tersebut dilakukan lantaran suaminya itu cemburu kepada istrinya itu yang diduga selingkuh hingga hamil. Dari latar belakang tersebut, pelaku kemudian menyusun rencana. Aksi tersebut dilancarkan saat pelaku bertemu dengan istrinya di sebuah warung makan di kawasan penjualan barang-barang bekas Barito, tepatnya di bawah jembatan Arteri Soekarno Hatta pada Senin (4/11) sekitar pukul 19.00.

“Saat korban sedang makan, dia yang memesankan minum. Tapi minuman dalam gelas tersebut dicampur dengan empat saset racun tikus sebelum diberikan kepada istrinya itu,” jelasnya.

Pujiati yang tidak menyadari kalau minuman itu telah dicampur racun tikus langsung meminumnya setelah disodori suaminya itu. Beberapa menit setelah minum, labjut dia, kepala korban langsung pusing dan kemudian muntah.

“Korban pusing dan langsung muntah-muntah,” ungkapnya.

Warga yang melihat kejadian tersebut langsung mendekat, hingga kemudian mereka membawa Pujiati ke Rumah Sakit Pantiwilasa Citarum yang diketahui diketahui keracunan. Adapun, warga yang curiga tindakan itu dilakukan oleh suami korban, langsung melapor ke Mapolsek Semarang Timur.

Petugas yang mendapat laporan langsung melakukan penelusuran hingga menangkap Agus. Dari pengakuan Agus, lanjut Agil, pelaku yang awalnya mengizinkan istrinya menjadi PSK lama kelamaan cemburu kalau melihat istrinya sedang berkencan dengan pelanggannya.

“Itu (jadi PSK-red) sudah seizin suaminya. Ya itu dilakukan karena mereka terlilit masalah ekonomi. Awalnya suaminya tidak masalah, tapi lama-lama cemburu,” jelasnya.

Pelaku juga beranggapan kalau bayi yang ada dalam kandungan istrinya itu hasil dari pekerjaan tersebut. Hingga pelaku memutuskan untuk meracuni istri yang dinikahinya pada 2001 lalu dan sudah dikaruniai dua anak. Sementara itu Pujiati mengaku, kalau sebelumnya memang dia kerap mendapat perlakuan kasar dari suaminya yang bekerja serabutan itu. Bahkan dia sempat diancam akan dibunuh.

“Saat saya hamil lima bulan, dia (Agus-Red) mencekik leher saya di depan anak kedua kami. Dia juga mengancam akan membunuh bayi saya kalau lahir nanti,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek memberikan uang modal usaha untuk membuka warung kecil-kecilan kepada Pujiati. Harapannya itu bisa untuk mencukupi kebutuhan supaya Pujiati tidak kembali menjadi PSK. Terkait suami Pujiati, dijerat Pasal 338 KUHP jo Pasal 53 ayat (1) KUHP tentang tindak pidana percobaan pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.(K44-58)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *