Batas Usia Nikah Dinaikkan

PEKALONGAN – Pernikahan dini tak hanya berpotensi menimbulkan masalah ekonomi dan sosial, melainkan juga masalah kesehatan seperti stunting dan kesehatan reproduksi terutama bagi wanita. Karenanya, pemerintah mendorong remaja untuk menghindari menikah muda.

Kepala Seksi Pengendalian Penduduk dan Keluarga Sejahtera pada Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosP2KB) Kota Pekalongan, Sobirin, menjelaskan, wanita yang menikah pada usia dini mempunyai rentang waktu bereproduksi yang lebih panjang, sehingga berisiko terhadap penyakit reproduksi. Pernikahan dini juga memungkinkan para pasangan suami istri (pasutri) memiliki banyak anak jika tidak diimbangi dengan program Keluarga Berencana (KB). Selain itu, pernikahan dini dapat meningkatkan angka kematian ibu dan bayi, karena berisiko terhadap kehamilan, dan persalinan yang tidak aman.

“Ibu hamil usia muda berisiko tinggi mengalami komplikasi kehamilan seperti anemia, perdarahan, preeklampsi, abortus dan berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR),” papar Sobirin dilansir laman Jateng, Kamis (13/8).

Ditambahkan, pada 2019 silam, tercatat 300 pasang pemuda-pemudi yang melakukan pernikahan dini di Kota Pekalongan. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya keras agar angka tersebut dapat ditekan secara signifikan hingga 2021 mendatang. Sehingga, remaja di Kota Pekalongan perlu dipersiapkan untuk menciptakan keluarga yang berkualitas, dan mempersiapkan diri menjadi sumberdaya manusia yang unggul.

“Fokus terhadap pendidikannya terlebih dahulu. Jika usia mereka sudah cukup menikah dan sudah ditunjang berbagai persiapan baik mental, materi, psikis dan lain sebagainya bisa menikah di usia yang tepat, merencanakan masa kehamilan dan jarak memiliki anak minimal tiga tahun jaraknya,” ujar Sobirin.

Lebih lanjut disampaikan, dilatarbelakangi maraknya pemberitaan tentang 240 kasus dispensasi pernikahan yang diajukan oleh para remaja di suatu daerah di Indonesia, pihaknya terus melakukan sosialisasi tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Tujuannya untuk mengendalikan jumlah penduduk, dan meningkatkan kualitas keluarga, baik dari segi fisik, mental, ekonomi, sosial budaya, pendidikan, keterampilan maupun keyakinan beragama. (H85/67)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort