Batang Adalah Kunci.

Jakarta, Suaramerdeka.News — Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada tanggal 30 Juni 2020 lalu, saat melakukan peninjauan Kawasan Industri Terpadu Batang mengatakan, latar belakang pembukaan kawasan industri di Batang, karena alasan prinsipal.

“Kita ingin membuka lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya, cipta lapangan kerja, itu kita tuju ke situ”, kata Jokowi saat itu.

Berpijak pada pernyataan tersebut, Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKAUNDIP) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Daerah Khusus Ibukota Jakarta, melihat potensi yang besar dari Prospek Ekonomi Pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua IKAUNDIP DPD DKI Jakarta DR. Noor Rachmad S.H., M.H dalam Webinar Beranda e-talk series ke 2 bertema “Prospek Ekonomi Pembangunan Kawasan Industri Batang,” Kamis (1/10/2020).

Webinar yang diselenggarakan IKAUNDIP DPD DKI Jakarta dan Ikatan Alumni Planologi UNDIP, bekerjasama dengan BKPM juga dihadiri Ikmal Lukman, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM.

Sejumlah narasumber lainnya juga hadir, seperti DR. Wihaji S.Ag. M.Pd., Bupati Batang; Mohammad Saleh, S.T., Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah; Ignatius Warsito, Direktur Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Republik Indonesia; dan Yul Ari Pramuharjo Direktur Strategis Korporasi & HCM PT. PP (Persero) Tbk.

Sedangkan para penanggapnya, terdiri dari DR. Iwan Rudiarto, M.Sc. Ketua Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI) / Dosen Planologi UNDIP; Firman Bakri Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO); Iryanto Hutagaol, S.E. Komisaris PT Industri Gula Nusantara (PT. IGN).

Serta dimoderatori Koeshartanto Koeswiranto, Wakil Ketua IKAUNDIP DPD DKI Jakarta yang juga menjabat sebagai Direktur SDM PT. Pertamina (Persero).

Tidak hanya memiliki potensi, bahkan Noor Rachmad berkeyakinan dengan sejumlah keunggulan yang dimilikinya, KIT Batang diklaim akan bisa menjelma menjadi sentra industri baru di tengah Pulau Jawa.

Saat ini KIT Batang memili sejumlah keunggulan. Diantaranya lokasinya yang strategis, terintegrasi akses Tol Trans Jawa dan doble track kereta api. Terintegrasi akses pelabuhan, tersedia cukup tenaga kerja terampil dan kompetitif, infrastruktur publik yang terintegrasi (misalnya: air, listrik, gas, telekomunikasi).

Serta berkonsep, “Smart & Sustainable Industrial Estate”, dan dukungan penuh dari pemerintah pusat serta daerah

Selain itu jika dibandingkan dengan sejumlah daerah lainnya, Batang dinilai memiliki kesiapan yang cukup lebih baik.

Dari rencana luas lahan pembangunan mencapai 4326,8 Ha, lahan yang sudah clean and clear bisa siap pakai mencapai seluas 450 Ha.

Hal ini, masih menurut Noor Rachmad, berbeda dengan pembangunan kawasan industri di sejumlah daerah lain.

Proses pembebasan lahan seharusnya baru dapat dilaksanakan setelah tahap penyusunan dokumen perencanan dan perizinan diselesaikan. Sedangkan pada kasus Batang, seluruh atau sebagian lahan ternyata telah terlebih dahulu dimiliki dari awal.

“Sehingga waktu pembangunan untuk tahap I (Pertama) bisa menjadi lebih singkat”, ujar Noor Rachmad, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Republik Indonesia.

Dalam penilain keunggulan KIT Batang, Noor Rachmad juga melihat dari sisi timing pembangunannya. Menurutnya, momentum pembangunan KIT Batang bisa dikatakan cukup tepat.

Setelah selama beberapa tahun ke belakang Provinsi Jawa Tengah telah menjadi pilihan investor dan menjadi primadona investasi. Pembangunan kawasan industri terpadu di tahun 2020 diklaim akan bisa menjadi alternative pilihan yang utama bagi para calon investor.

Pada tahun 2020 juga terjadi sejumlah peristiwa yang kemudian bisa berpotensi terjadinya economic distancing dari China.

Terutama karena adanya trade war antara Amerika Serikat dengan negara China. Teristimewa di masa pandemi, ternyata membuka sebuah luka yang dalam bagi negara di seluruh dunia, pada potensi bahaya dari adanya ketergantungan supply produk hanya pada satu negara (China).

Untuk itu Indonesia harus bisa menangkap peluang adanya relokasi industri keluar dari China.

Meski demikian KIT Batang untuk bisa sukses dan menjadi sentra industri di tengah pulau jawa, diperlukan dukungan dan sinergitas antara pusat dan daerah serta antar lintas sektoral.

Sinergi kebijakan dari deregulasi perundangan yang dilakukan dengan perancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibuslaw) dengan kebijakan pada sector riil dengan pembangunan KIT Batang.

Dengan semakin kuatnya sinergitas antara Bupati, Gubernur dan Pusat Noor Rachmad optimis KIT Batang akan bisa berkontribusi tidak semata untu tingkat nasional, tetapi juga ditingkat global.

Untuk dapat mendorong percepatan pembangunan KIT Batang dan penguatan sinergitas antar struktur dan instansi pemerintahan. IKAUNDIP DPD DKI Jakarta, dan Ikatan Alumni Planologi UNDIP sebagai penyelenggara Webinar Prospek Ekonomi Pembangunan KIT Batang, akan merumuskan hasil webinar untuk dijadikan usulan rumusan kebijakan kepada pemerintah. (Benny Benke -39).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort