Banjir Ganti Kepung Pati Kota

PATI – Setelah guyuran hujan semalam, kawasan Pati Kota ganti diterjang banjir. Meski cepat surut, bencana tersebut mengganggu aktivitas masyarakat. Bahkan sebuah sekolah terpaksa harus diliburkan.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati menyebutkan untuk di kecamatan Kota memang menjadi wilayah terbanyak yang terdampak banjir. Di antaranya di Desa Sinoman, Desa Widorokandang, Desa Sarirejo, Desa Sidoharjo, Desa Mulyoharjo, Desa Sugiharjo, dan Desa Sidokerto.
”Yang besar memang di wilayah Pati Kota. Ada tanggul yang jebol di Desa Sinoman dengan panjang 14 meter dengan kedalaman tiga meter,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya.
Dari pengamatan di lapangan, selain di Kecamatan Kota, banjir juga turut berdampak pada sejumlah daerah di Pati lainnya. Seperti di Desa Margorejo Kecamatan Wedarijaksa, Desa Tamansari Kecamatan Tlogowungu, Desa Sukoharjo Kecamatan Margorejo.
”Sejumlah daerah di sepanjang jalan seperti di Desa Gadingrejo, dan Desa Margomulyo, Kecamatan Juwana juga sempat kebanjiran,” tambahnya.
Budi Prasetya pun tetap mengimbau agar masyarakat dapat tetap waspada terhadap kerawanan terjadinya musibah banjir disaat cuaca ekstreem seperti sekarang ini. Terutama untuk daerah yang masuk rawan banjir.
”Memang ada sejumlah kecamatan yang masuk kerawanan. Seperti Kecamatan Juwana, Pati kota, Kayen, Gabus, Sukolilo, dan Tambakromo. Sementara untuk wilayah Utara ada di Kecamatan Dukuhseti, dan Margoyoso, untuk di Timur ada di Kecamatan Batangan, Jaken, dan Jakenan,” tambahnya.
Dua Tanggul
Kepala Desa (Kades) Sinoman Triyono mengatakan, akibat dua tanggul yang jebol di desanya itu menyebabkan puluhan rumah sempat terendam banjir. Tanggul yang jebol itu sendiri merupakan bekas tanggul yang jebol tahun lalu dan yang berada di dekat pintu air peranakan dua.
”Untuk warga yang terdampak ada tiga Rukun Tangga (RW). Tetapi yang paling parah acalah di RT 2 dan RT 1. Kondisi air sebagian sudah ada yang masuk ke dalam rumah,” ujarnya.
Banjir itu sendiri diprediksi akan surut jika wilayah Kecamatan Tlogowungu dan Gunung Rawa sudah tidak terjadi hujan. Namun, apabila masih, dimungkinkan debit air akan bertambah.
Kini warga bersama dengan BPBD, TNI dan Polri juga melakukan penanganan sementara sehingga dampak banjir tidak semakin meluas. Alat berat pun turut diterjunkan untuk membantu proses perbaikan tersebut.
Banjir yang terjadi pada Selasa (14/1) juga membuat SMK Farmasi Ganesha Mandala yang berada di jalan Ahmad Dahlan Pati terpaksa diliburkan. Hal itu terpaksa dilakukan lantaran air menggenangi hingga di dalam ruang sekolah.
Para siswa yang sudah berada di sekokahan, terpaksa harus kembali kerumah. Sambil menunggu genangan air di sekolah tersebut surut. Calvin, salah seorang siswa menyebut jika sekolahnya terkena banjir setinggi lutut.
”Untuk banjir baru ini yang besar. Airnya sudah masuk ke dalam kelas. Sehingga sekolah diliburkan. Semoga banjir cepat surut sehingga kami bisa bersekolah kembali,” jelasnya. (dwa-30)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *