Balkon Jazz 2019. Bangun Ekonomi Desa Via Jazz.

Jakarta, Suaramerdeka.News — Balkon Jazz Festival 2019: Nature in Harmony, yang akan dipusatkan di Balkondes Tuksongo, Borobudur, Magelang, Jateng pada 14 September 2019, dipastikan tidak sekedar akan memberikan hiburan kepada penikmat musik jazz.

Lebih dari itu, 52 hari menjelang gelaran yang melaraskan pesta musik jazz dan pemberdayaan ekonomi desa itu, akan menjadi medium baru bagaimana memberdayakan ekonomi desa, dengan pesta musik jazz melaras satu sama lain.

Balkondes atau Balai Ekonomi Desa adalah Interconnecting Tourism System berbasis komunitas. Balai ini, sebagaimana dijelaskan Bakkar Wibowo selaku Project Director, event consultant dan inisiator dari Sinergi Nusantara, yang berikhtiarkan menjalankan even tahunan ini, merupakan program sosial dari BUMN untuk membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. Yang tinggal dan mengandalkan ‘perputaran ekonominya’ di sekitar Candi Borobudur, di Magelang, Jawa Tengah. Sekaligus program pemberdayaan dan pengembangan SDM berbasis wisata.

“Harapannya Balkonjazz Festival ini akan turut mempromosikan desa wisata diseputaran Borobudur, sebagai destinasi baru dengan berbagai atraksi dan potensi sumber daya alam yg sangat menarik,”kata Bakkar Wibowo di Jakarta, Rabu (24/7).

Bakkar Wibowo (SMNews/Doc)

Bakkar Wibowo menambahkan, desadesa di sekitar Candi Borobudur yang merupakan destinasi nasional dan internasional favorit, harus turut mendapatkan manfaat dan keuntungan ekonomi atas keberadaan Candi Budha terbesar di dunia ini.

“Kami berharap nanti akan muncul banyak festivalfestival di seluruh nusantara, entah musik atau budaya yg akan mampu ikut memberikan kontribusi khususnya dalam dunia pariwisata,” imbuh Bakkar Wibowo.

Atas alasan itulah, Sinergi Nusantara selaku event consultant bekerjasama dengan Manajemen CBT Nusantara dan Balkondes Borobudur, menggelar ajang ini.

Di wilayah Candi Borobudur, terdapat dan tersebar 20 Balkondes. Untuk penyelenggaraan perdana dan pembuka Balkon Jazz tahun ini, dipusatkan di desa Tuksongo. Untuk menyambut acara ini, BUMN selain telah melakukan pembangunan fasilitas rumah tinggal di desa sekitaran Candi Borobudur, juga akan terus memantau berjalannya sebagai program Balkondes.

“Jadi, nanti para penikmat jazz sekaligus musisi jazz nya bisa menginap di sejumlah rumah tinggal warga di desa Tuksongo, yang juga akan menyediakan kebutuhan turunannya. Dengan demikian, ekonomi berputar dengan sendirinya dengan adil. Yang datang senang, yang didatangi happy, ” kata Bakkar Wibowo.

Pengisi acara Balkon Jazz 2019, dalam waktu dekat akan diumumkan secara resmi. Mereka semua akan tampil mulai siang hingga malam hari.

Desa Wisata Tuksongo terletak di kecamatan Borobudur, kabupaten Magelang, atau 2 Km dari kawasan komplek Candi Borobudur. Desa ini dinilai telah berhasil melaraskan teknologi digital kekinian dengan keunikan suasana pedesaan khas Jawa. Selain akam disuguhi musik jazz, penonton juga akan dimanjakan dengan berbagai kegiatan wisata unik bervariasi. Mulai dari wisata budaya, kesenian, pendidikan juga agrowisata.

Pengunjung helatan unik ini juga akan menikmati pengalaman wisata berbasis teknologi digital yang inovatif dan diklaim sulit ditemukan di tempat lain. Pelayanan berbasis teknologi digital ini, dipadupadankan pemandangan khas pedesaan berlatarbelakang bukit Menoreh dan stupa Borobudur. Untuk memaksimalkan pelayanan, desa wisata ini dilengkapi dengan tiga bangunan utama yaitu Balkondes (Balai Ekonomi Desa), homestay, dan amphitheater. (benny benke -69)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *