Aplikasi Penghapus Bising Terima Hak Paten

SEMARANG -Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), menerbitkan sertifikat paten atas temuan dan inovasi milik dosen Unissula.
Aplikasi tersebut berupa alat penghapus bising yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, diperuntukkan ruangan kerja. ”Pencapaian ini sangat membanggakan. Harapannya akan bisa muncul banyak temuan lain yang bermanfaat,” tutur Plh Rektor Unissula Bejo Santoso PhD, saat penyerahan sertifikat paten di gedung rektorat, kemarin.
Sertifikat diserahkan langsung kepada pencipta aplikasi, yakni Dekan Fakultas Teknologi Industri Dr Sri Arttini Dwi Prasetyowati. Selain itu juga dihadiri Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Dr Heru Sulistyo, Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat LPPM, Dr Asyhari, Kepala Kepala Bidang Penelitian LPPM, Dr Henny Pratiwi Adi, dan perwakilan fakultas.
Selain Arttini, aplikasi ini melibatkan pemikiran dosen Bustani Arifin dan Eka Nuryanto Budisusila. Sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten maka aplikasi tersebut akan menerima perlindungan selama 20 tahun ke depan terhitung semenjak tanggal penerimaan sertifikat.
Bejo berkeinginan hal ini menginspirasi para dosen di lingkungan kampus itu untuk menorehkan prestasi serupa.
Skema
Heru Sulistyo menyatakan pihaknya sekaligus mendorong seluruh civitas academica menemukan aplikasi, metode atau teori terbarukan.
Keinginannya agar inovasi itu bisa juga dipatenkan. ”Utamanya kami mendorong diperolehnya skema paten sederhana. Tak hanya untuk buku tapi bisa metode, piranti lunak, atau aplikasi yang lain,” tuturnya.
Disebutkan pada tahun ini 10 penemuan baru sedang dalam proses hak paten yang diajukan ke Kemenkum HAM melalui LPPM Unissula.
Selain riset di bidang sosio humaniora, kampus itu juga memperbanyak penelitian di bidang eksakta, kesehatan, dan kedokteran.
Menurut Arttini alat yang diciptakannya itu mampu meredam bising tanpa mengurangi kekuatan volume suara manusia yang sedang berkomunikasi.
Di samping itu juga bisa ditempatkan di mana saja, mampu menghapus suara bising pengganggu meski dalam frekwensi yang sama dengan volume suara manusia.
”Alat ini terinspirasi saat saya sedang berobat di rumah sakit. Suara bising kendaraan yang masuk sangat mengganggu pasien dan petugas medis,” tuturnya.(H41-34)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *