Anggota DPR Laporkan Kades Petanahan

KEBUMEN, Suaramerdeka.news – Anggota DPR RI KRT Darori Wonodipuro mendatangi Mapolres Kebumen, Senin (8/7) siang. Kedatangan politikus Partai Gerindra itu untuk mengadukan Kepala Desa Petanahan Warkhah kepada aparat kepolisian.

Warkhah yang tak lain masih keponakan Darori Wonodipuro tersebut diadukan ke polisi sehubungan dengan adanya dugaan tindak pidana penipuan sebagaimana pasal 378 KUHP, pencemaran nama baik pasal 310 KUHP, dan fitnah pasal 311 KUHP.

Darori didampingi timnya datang sekira pukul 10.00 dan masuk di ruang Unit Tipiter Satreskrim Polres Kebumen. Darori ditemui oleh Kanit Tipiter Ipda Ghulam Yanuar Lutfi. Sekitar dua jam politikus asal Petanahan itu menyampaikan keterangan kepada polisi.

Dalam surat laporan tertulis yang ditujukan kepada Kapolres Kebumen tersebut, Darori menyampaikan kronologi dugaan penipuan tersebut. Sekitar Juni 2013 Warkhah datang ke rumahnya untuk meminjam uang Rp 300 juta dan berjanji akan mengembalikan segera dengan menjual rumahnya di Purwokerto.

Karena masih berhubungan saudara dan janji segera dilunasi, maka Darori percaya dan menyerahkan uang kepada terlapor tanpa tanda terima. Akan tetapi transaksi itu disaksikan oleh keluarga antara lain Saringah (ibu), Darhadi (paman), Darsiyem (bibi), dan sejumlah orang lain.

Setelah berlangsung beberapa tahun, terlapor dianggap tidak ada itikat untuk membayar hutangnya. Bahkan, ternyata terlapor diketahui tidak memiliki rumah di Purwokerto sebagaimana yang telah disampaikan waktu meminjam uang. Kekecewaan Darori semakin bertambah saat Mei lalu, seorang pengusaha bernama Suharto datang ke rumah Darori untuk meminta konfirmasi berkaitan dengan uang yang dipinjam Darori melalui Warkhah.

Suharto mengatakan, Warkhah dalam beberapa tahap meminjam uang dengan total Rp 400 juta dengan mengatakan bahwa hutang tersebut atas nama Darori. Uang itu dikatakan untuk mencukupi kebutuhan biaya pelapor, karena ada masalah dengan polisi hutan. Pelapor butuh untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Suharto juga memiliki bukti transfer dan saksi-saksi yang berkaitan dengan dana yang dipinjam oleh Warkhah. Saat itu, dana ditransfer melalui rekening adiknya di Jakarta. Padahal, kenyataannya Darori tidak pernah memerintahkan untuk meminjam uang. Sampai saat ini Warkhah belum pernah mencicil hutang tersebut.

“Dengan demikian terlapor diduga berhutang dan tidak membayar sebagai modus operandi tindak pidana. Terlapor dalam melakukan perbuatannya, diduga telah melakukan serangkaian kebohongan dan tipu muslihat yang mengakibatkan orang lain untuk menyerahkan uang atau membuat hutang,” ujar Darori.

Darori juga mengaku, dirinya tidak ada kaitannya dengan Polhut, sehingga hal tersebut adalah fitnah. Terlapor dalam melakukan perbuatannya diduga telah mencatut nama menggunakan martabat palsu, mencemarkan dan memfitnah pelapor.

Kanit Tipiter Ipda Ghulam Yanuar Lutfi membenarkan, pihaknya telah menerima pengaduan dari KRT Darori Wonodipuro. Pihaknya akan menindaklanjutinya dengan melaporkan ke Kasat Reskrim untuk diproses menjadi laporan.

“Tentu setelah itu, akan ditindaklanjuti oleh penyidik yang ditunjuk dengan memanggil sejumlah saksi terkait untuk dimintai keterangan,” ujar Ipda Ghulam.

Saat dimintai konfirmasi, Kepala Desa Petanahan Warkhah memberikan tanggapan terkait dirinya diadukan oleh anggota DPR RI Darori Wonodipuro di Polres Kebumen. Dia membantah semua tuduhan yang ditujukan kepada dirinya.

Warkhah merasa tidak pernah berhutang kepada Darori yang merupakan pamannya sendiri. Dia menegaskan, tidak pernah menerima uang pinjaman Rp 300 juta seperti yang dituduhkan itu.

Hanya saja perempuan yang kembali terpilih sebagai kepala Desa Petanahan pada pilkades serentak 25 Juni lalu itu membenarkan bahwa pada Pilkades 2013, Darori melalui istrinya mengutarakan niat membantu memenangkan dirinya pada pilkades .

“Namanya dibantu sama paman, saya mau saja. Namun jumlah uang yang dikeluarkan berapa dan yang menerima siapa saja saya sama sekali tidak tahu,” ujar Warkhah.

Hanya saja, setelah tiga tahun setelah itu, persisnya usai Pilbup 2015 tiba-tiba saja ada utusan pamannya yang menagih hutang kepadanya. Tentu Warkhah kaget, karena merasa tidak memiliki hutang kepada pamannya dengan nominal tertentu. “Saat itu tidak ada akad utang piutang,” tegasnya.

Kemudian terkait pengakuan Suharto, Warkhah mengakui, pernah memiliki hubungan kerja sama yang cukup lama. Tetapi dia menegaskan, tidak pernah sekali pun mencatut nama Darori untuk meminjam sejumlah uang kepada Suharto. (J19-33)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort