- Olahraga

Anggaran PSIS Rp 35 Miliar

SEMARANG – Pada tahun kedua mengarungi kompetisi teratas liga Indonesia, anggaran PSIS Semarang meningkat dua kali lipat dibanding saat mereka baru promosi musim lalu. Dalam rancangan anggaran belanja (RAB) semusim di Shopee Liga 1 2019, PSIS tercatat membutuhkan dana sebesar Rp 35 miliar.

Hal tersebut disampaikan CEO PSIS, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya usai beraudiensi dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Balai Kota, Senin (13/5). Pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu mengungkapkan, 50 persen dari RAB tersebut untuk kontrak pemain dan biaya hidup tim di Magelang hingga akhir tahun mendatang.

Sebelumnya pada 2018 dia sempat mengungkapkan hitungan kotor keperluan PSIS di Liga 1 saat itu sekitar Rp 14 miliar hingga Rp 15 miliar. Angka itu sudah meningkat dua kali lipat juga saat Laskar Mahesa Jenar mengarungi Liga 2 pada 2017. ”Sementara ini, untuk pemasukan tim masih banyak di-support modal dari PT Mahesa Jenar Semarang yang menaungi PSIS. Untuk sponsorship, dari target Rp 10 miliar tahun ini, baru masuk setengahnya jelang liga dimulai. Memang dua musim ini kami belum mengejar pemasukan dan lebih menekankan prestasi dan bertahan di Liga 1. Baru tahun depan saat kembali ke Semarang kami baru kejar profit,” beber Yoyok.

Meningkatnya kebutuhan RAB PSIS terlihat dari total kontrak pemain yang disebut Yoyok mencapai Rp 15 miliar. Adapun sisanya digunakan untuk operasional tim selama semusim. ”Berkandang di Magelang, kami tidak bisa memaksimalkan pendapatan tiket dan sponsor. Beban biaya di sana sangat tinggi. Kami bersyukur Stadion Jatidiri akhir tahun ini akan selesai dan tahun depan bisa digunakan,” lanjut Yoyok.

Profesional

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melihat, dari tahun ke tahun pengelolaan PSIS semakin baik dan profesional. Pria yang akrab disapa Hendi ini menilai, PSIS meski belum untung dalam hal bisnis tetapi tidak memiliki masalah dalam penggajian pemain. ”Banyak cerita persiapan Liga 1 yang disampaikan Mas Yoyok dan manajemen PSIS saat bertamu di kantor. Musim ini kualitas pemain lebih bagus dibanding musim lalu yang mampu menembus 10 besar. Mudah-mudahan dengan banyaknya pemain nasional dan pemain asing yang top, PSIS bisa masuk tiga besar musim ini,” kata Hendi.

Hendi secara pribadi juga siap mengenalkan relasi perusahaan swasta untuk menjadi sponsor PSIS. Sebab, dalam kapasitas Pemerintah Kota Semarang, saat ini sudah tidak bisa membantu anggaran lewat APBD.

”Saya akan membantu mengomunikasikan kiprah PSIS ke swasta. Sebab mereka berlaga di Liga 1 yang bergengsi dengan banyak disorot televisi nasional dan penontonnya juga banyak. Ini akan jadi daya tarik perusahaan swasta untuk menjadi sponsor bagi PSIS,” tandas Hendi. (mam, H85-47)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *