Anak Adalah Pribadi yang Berbeda

MUNGKID, Suaramerdeka.news – ”Anak bukanlah robot atau sebuah mesin yang bisa menuruti semua keinginan orang tuanya. Mereka adalah pribadi yang berbeda.” Penulis buku Cinta Yang Berpikir, Ellen Kristi mengatakan hal itu ketika menjadi pembicara dalam seminar bertajuk Habit Of Obedience Dan Way Of The Will, kemarin.

Acara seminar itu memperingati Hari Anak Nasional (HAN) yang digelar Pemkab Magelang melalui Bakohumas Kabupaten Magelang.

Ellen Kristi menambahkan anak adalah sebuah pribadi berbeda dengan orang tuanya. Orang tua tidak bisa memaksakan anak harus sama dengan dirinya sehingga apa saja yang diinginkan orang tua terhadap anaknya harus selalu sesuai keinginan orang tuanya.

Namun demikian, orang tua juga harus memiliki otoritas kepada anaknya untuk bisa mengarahkan anaknya ke jalan yang benar. Otoritas sendiri bukan berarti harus otoriter ataupun diktator. ”Orang tua juga harus memiliki otoritas terhadap anaknya untuk menentukan aturan, bukan membuat perjanjian dengan anak. Sehingga anak juga akan lebih terarah menaati peraturan agar lebih mendewasakan diri,” imbuh Ellen.

Dalam seminarnya, Ellen menerapkan konsep Habit Of Obedience Dan Way Of The Will (mendidik karakter dan mendewasakan emosi anak). Menurutnya, untuk meletakkan fondasi pendidikan karakter akan sangat maksimal, dan mudah apabila anak masih di bawah umur 12 tahun. ”Karena kalau sudah masuk masa puber tantangannya jauh lebih berat,” katanya.

Pendiri komunitas Charlotte Mason Indonesia itu, tidak menyekolahkan ketiga anaknya di luar rumah. Dengan alasan ingin mendapatkan ilmu tentang cara mendidik anak. Jadi ketiga anak dia menjalani pendidikan berbasis keluarga. Dalam pendidikan berbasis keluarga itu dia mencari lebih banyak ilmu tentang bagaimana mendidik anak.

Menurutnya, metode pendidikan di dalam lingkup keluarga memiliki tujuan utama pendidikan karakter sangat kuat dan luhur. Menurut dia, karakter luhur tidak hanya sebatas tahu sopan santun, bisa bicara yang baik, tetapi juga berkembang mulai dari akal budinya, emosinya, dan juga spiritualitasnya.

Pj Sekda Adi Waryanto mengatakan, keberadaan anak merupakan kodrat manusia menyambut garis keturunan. Bahkan keberadaan anak akan selalu dirindukan karena dia merupakan buah hati, dan aset kebanggaan bangsa. Namun dewasa ini kebanyakan orang tua masih menganggap kebahagiaan anak adalah memberikan semua keinginan anak, seperti smartphone dan kendaraan.

”Sebagai orang tua mari kita menjadi guru dan pembicara yang baik di lingkungan keluarga bagi masa depan anak,” katanya.

Ketua Tim Penggerak PKK Christanti Handayani berharap melalui seminar itu dapat memberikan pencerahan kepada para orang tua untuk mendidik anak-anaknya, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.(yon-36)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort