- Regional Jateng

Alun-alun Paling Banyak Dikunjungi

PUROWOREJO – Dikembangkan dengan konsep destinasi tematik, kawasan Alun-alun Purworejo mampu menarik para pemudik dan masyarakat lokal untuk datang pada masa libur Lebaran. Bahkan Alun-alun menjadi lokasi yang paling banyak dikunjungi, dibanding destinasi wisata lainnya di Purworejo.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Purworejo memang menyiapkan secara khusus kawasan alun-alun sebagai tujuan wisata keluarga. Sejak menjelang Lebaran lalu, berbagai spot untuk berfoto disiapkan, antara lain berupa banyak lampion aneka bentuk, salah satunya yang paling besar berbentuk robot di sisi timur laut Alun-alun.

Selain itu ada juga papan catur lengkap dengan buah-buah catur berukuran raksasa, juga penggantian Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas dan Promosi Pariwisata Dinparbud Purworejo, Andang Nugerahatara Sutrisno, mengungkapkan berdasarkan catatan, sejak 5 hingga 9 Juni 2019, setiap hari alun-alun dikunjungi puluhan ribu orang.

Pada rentang waktu itu, total jumlah pengunjung mencapai 234.672 orang. ”Yang tertinggi memang Alun-alun Purworejo, disusul Pantai Jetis dengan 57.986 pengunjung, dan Pantai Jatimalang 30.400 pengunjung,” ungkapnya. Kepala Dinparbud Purworejo, Agung Wibowo, mengatakan Alun-alun Purworejo memang dimasukkan sebagai salah satu destinasi wisata di Purworejo sejak Agustus 2018.

Hal ini bersamaan dengan keberadaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Alun-alun yang secara khusus melakukan penanganan. ”Sesuai kebijakan dari Pak Bupati, Alun-alun kita sebut sebagai destinasi tematik, di mana akan selalu ada perubahan objek yang dijadikan unggulan,” ungkapnya.

Menurutnya, animo masyarakat untuk mengunjungi Alun-alun sangat tinggi sehingga kondisi tersebut memang harus ditangkap oleh Pemkab. Untuk itu, agar kebersihan dan kerapihan Alun-alun tetap terjaga, pihaknya juga terus melakukan pembenahan dan penataan. ”Kawasan Alun-alun menjadi tempat wisata keluarga yang paling murah dan banyak fasilitas. Ini semua bisa dinikmati gratis oleh masyarakat,” imbuhnya.

Salah satu pemudik warga Jakarta yang pulang ke kampung halaman suaminya, Ibah (47), mengaku beberapa kali datang ke Alun-alun selama libur Lebaran. Ia menyempatkan datang bersama anggota keluarga, tidak hanya siang hari tetapi juga malam hari.

Ia mengaku tertarik karena ada yang berbeda dari tahun lalu di kawasan Alun-alun. ”Sekarang sudah berbeda, dari tahun lalu, jadi saya tertarik untuk mengabadikan biar tidak ketinggalan, karena takutnya nanti pada mudik tahun berikutnya sudah beda lagi,” katanya. (H87-42)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *