Alun-alun Disterilkan dari PKL Grebeg Besar

DEMAK, Suaramerdeka.news – Menjelang perayaan Grebeg Besar Demak, Satpol PP mengingatkan kepada para pedagang kaki lima (PKL) untuk tidak berjualan di sekitaran alun-alun.

Untuk menjaga Alun-alun Simpang Enam steril dari PKL, Satpol PP mendirikan satu posko keamanan.

Posko tersebut untuk memudahkan penindakan jika ada PKL yang nekat berjualan.

“Kalau ada yang buka dasaran atau berjualan di sekitaran alun-alun maka saat itu juga akan langsung kami angkut,” tegas Kepala Satpol PP Pemkab Demak, Mohammad Ridhodhin, seusai mengelar rapat koordinasi bersama pengelola Pasar Rakyat Grebeg Besar dari CV Diana Ria, serta perwakilan dari Polres, Kodim, dan Dinas Pariwisata Pemkab Demak, kemarin.

Satpol tidak ingin kecolongan dengan adanya pedagang yang berjualan di alun-alun selama grebeg besar, terutama pada H-3 dan H+3 Idul Adha.

Sebab, sejak Pasar Rakyat Grebeg Besar dipindah ke Terminal Joglo Indah di Tembiring, semua aktivitas PKL dipusatkan di tempat tersebut.

Dia mengatakan, pada tahun lalu sempat kecolongan lantaran banyak PKL yang berjualan di alun-alun. Mereka mendirikan tenda dan membuka dasaran pada dini hari, saat petugas tidak ada yang melakukan patroli.

“Tahun ini kami mendirikan posko pengamanan di alun-alun. Jadi kalau ada PKL yang berjualan langsung kami angkut semua barang dagangannya,” tuturnya.

Langkah itu dinilai diperlukan agar tidak ada PKL yang membandel dan melanggar aturan. Belum lama ini, Satpol PP menyosialisasikan larangan berjualan di sekitaran alun-alun.

“Para pedagang sudah tahu terkait larangan ini. Dengan demikian, kami tidak akan memberi toleransi,” imbuh Ridhodin.

Dari data tahun lalu, PKL yang berjualan di alun-alun berasal dari luar Kabupaten Demak. Mereka berjualan mainan rumah balon serta aneka kerajinan dan pakaian pantas pakai.

Sementara itu, Muntohar, pengelola Pasar Grebeg Besar mengatakan, Pemkab Demak dalam hal ini Satpol PP harus berani bersikap tegas agar peristiwa tahun lalu tidak terulang.

Menurutnya, saat banyak PKL berjualan di alun-alun, sebagian pengunjung yang mestinya datang ke Tembiring pindah ke alun-alun. Akibatnya, pusat keramaian terpecah di dua lokasi.

“Kami merasa dirugikan, karena pengunjung di Tembiring berkurang. Hal ini pun dikeluhkan para pedagang. Sebab, mereka membayar sewa tempat,” ungkap Muntohar yang juga Wakil Ketua DPRD Demak tersebut.

Pasar rakyat yang menjadi rangkaian peringatan Grebeg Besar Demak akan dimulai pada Jumat (19/7) sampai 28 Agustus mendatang. (H1-22)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort