Abrasi Terjang Beberapa Desa

REMBANG -Sejumlah desa di Kecamatan Kragan dan Sarang diminta untuk siaga abrasi. Pasalnya, beberapa hari ini musim baratan sudah mulai terlihat. Dari pantauan Suara Merdeka di pesisir pantai Sarang, abrasi terjadi saat ombak besar datang pada malam hingga pagi. Tak ayal hal ini membuat masyarakat harus berjaga-jaga saat malam hari. Ahmad Jamalul, salah satu warga Kragan mengatakan warga beberapa hari ini terus memperkuat daerah pesisir dengan karung berisi pasir. ”Sementara ini hanya memakai karung berisi pasir untuk mengatasi ombak besar. Setidaknya bisa menangkal ombak tidak masuk rumah,” katanya.
Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Pramujo mengatakan, ada beberapa desa di Kecamatan Kragan dan Sarang yang saat ini diminta untuk waspada potensi abrasi. Di Kecamatan Kragan, desa yang diminta waspada yaitu Desa Tegalmulyo, Desa Kragan Desa Karangharjo dan Karanglincak. Sementara di Sarang dua desa yaitu Desa Karangmanggu dan Desa Kalipang diminta waspada. ”Sudah sekitar dua hingga tiga minggu ini terjadi ombak tinggi. Namun beberapa hari ini memang sangat tinggi dan berpotensi menimbulkan abrasi,” tegasnya.
Bantuan Karung
Dia menambahkan, untuk penanganan abrasi itu, pihaknya sudah memberikan bantuan karung kepada desa yang berpotensi abrasi. ”Kami sudah sering memberi karung. Tapi terjangan ombak yang kuat membuat karung yang terpasang banyak yang rusak. Kemarin kami mengajukan permohonan bantuan sand bag yang lebih besar dan lebih kuat ke BBWS Pemali Juana Semarang,” jelasnya.
Dia mengaku, untuk penanganan abrasi itu, BPBD juga sudah berkoordinasi untuk penanganannya. ”Kami berharap secepatnya ada penanganan yang lebih kuat untuk mengatasi abrasi di desa-desa itu,” katanya.
Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, sudah menyampaikan secara langsung ke Gubernur Ganjar Pranowo saat datang ke Rembang mengenai abrasi di Kecamatan Kragan dan Sarang. Dia juga melaporkan ke Gubernur abrasi bulan Januari yang sangat parah telah menyebabkan dua kuburan di pemakaman umum di pantai Desa Kragan hilang. Penanganan abrasi sendiri, kata dia, harus diusulkan ke Peprov Jateng. Hal ini dikarenakan wilayah laut 0-12 mil dari bibir pantai menjadi kewenangan Pemprov Jateng. “Mudah-mudahan nanti 2020 penanganan abrasi di desa-desa itu bisa direalisasikan oleh gubernur,” tegas dia. (H19-63)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort