6,9 Detik Yang Mengharukan.

Preview Film “6,9 Detik”.

Jakarta, Suaramerdeka.NewsFilm yang paling subtil, sangat dipercaya adalah film yang mampu berbicara secara batiniah. Mengalahkan kendala bahasa, juga menepikan medium teknis pembangun film secara utuh lainnya. Karena dengan cara ajaibnya, film berhasil menggunakan bahasa rasa, untuk berbicara dan berkomunikasi dengan penontonnya.

Demikianlah film 6,9 Detik, yang disutradarai, dan diproduseri Lola Amaria mengalirkan rasa dalam ceritanya. Hingga tak terasa, tidak sedikit, meski malumalu, banyak penonton preview film yang skenarionya ditulis Sinar Ayu Massie, menyeka air mata, di akhir cerita.

Di film produksi Lola Amaria Production dan Federasi Panjat Tebing Indonesia inilah, kisah hidup Aries Susanti Rahayu dari bocah, remaja, sampai menjadi atlet panjat tebing elit Indonesia, diceritakan dengan liris, sahaja dan sederhana. Tapi mengena.

Aries Susanti Rahayu . (SMNews/Doc).

Jangan bicara teknis, tentu banyak cideranya. Tapi secara esensi, kisah Ayu –panggilan Aries –, atlet panjat tebing kategori speed relay dan speed relay putri asal Grobogan, Jawa Tengah, yang akhirnya berhasil menyabet 2 medali emas di Asian Games 2018, lalu, disajikan dengan sangat mengena.

Dinamika perjalanan emosi, batin dan hidup Ayu kecil, remaja, hingga dewasa, pepak dengan kegelisahannya. Karena ibunya bekerja di Saudi sebagai ART demi menegakkah nafkah keluarga kecilnya, sehingga mengharuskannya meninggalkan Ayu tumbuh besar dengan cara, dan pilihan hidupnya sendiri. Diceritakan di film yang akan mulai beredar pada Kamis (26/9) depan ini, dengan linear, meski jalan hidupnya sesak aral.

Ariyo Wahab. (SMNews/Doc).

Meski pada akhirnya, sebagaimana kisah para pemenang, Ayu yang memerankan dirinya sendiri saat dewasa, akhirnya mampu berdamai dengan dirinya sendiri. Berdamai dengan lukanya, yang secara psikologis pincang akibat ditinggal pergi dalam waktu lama oleh sosok ibu tercinta.

Sebelum akhirnya mengubah “amarahnya” menjadi senjata pamungkas, untuk menaklukkan gelanggang sekelas Asian Games. Dengan menyabet dua medali emas. Dengan catatan waktu 7,61 detik. Meski sebenarnya, catatan terbaik dan tercepat Ayu adalah 6,9 detik. Meski sayangnya, itu adalah catatan unofficial Ayu saat proses latihan, sehingga tidak dicatat, atau syah.

Lola Amaria. (SMNews/Doc).

Demikiankah film 6,9 Detik mengalir. Dengan dukungan pemain tanpa bintang, kecuali nama Ariyo Wahab yang semenjana, apalagi Aries Susanti Rahayu, yang juga tidak punya latar belakang sebagai pelakon, toh film ini tetap tidak kehilangan dan kekurangan makna. Tersebab, pelakon lainnya, seperti Rangga Djoned, Maryam Supraba, Rukman Rosadi, Brilliana Arfira, Nesya Chandria, dan Kayla Ardianto, berlakon dengan natural.

Oleh karenanya, meski banyak bahasa pengantar dalam bahasa Jawa Tengahan, film ini tetap melampaui kendala bahasa. Tersebab, sekali lagi, kedalaman rasanya.(benny benke — 69).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort