40 Ribu Warga Kendal Belum Punya Rumah

KENDAL – Sebanyak 40.433 warga di Kabupaten Kendal hingga kemarin belum memiliki rumah sendiri. Mereka selama ini tinggal bersama kerabatnya atau mengontrak rumah. Sementara jumlah rumah tidak layak huni tercatat sebanyak 43.737 unit.

Hal itu disampaikan Sekda Kendal Moh Toha pada acara Penyerahan Bantuan Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni dan Bantuan Sarana Produksi Pertanian Tahun 2019 yang digelar di halaman Stadion Utama Kebondalem Kendal.

Kegiatan tersebut merupakan program kerja dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kendal dan Dinas Pertanian dan Pangan Kendal.

Toha mengatakan, pemberian bantuan tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, dia menyatakan, peningkatan kualitas RTLH maupun pembangunan rumah baru belum bisa menjangkau seluruhnya.
Sejak 2015-2019 peningkatan RTLH menjadi rumah layak huni mencapai 7.972 unit dan pembangunan rumah baru (2015-2019) sebanyak 6.472 unit.

”Pemkab Kendal pada 2019 memberikan bantuan pembangunan rumah sebanyak 135 unit melalui biaya APBN. Sementara RTLH yang mendapat bantuan renovasi sebanyak 2.828 rumah yang terdiri atas 1.109 unit dari APBN, 180 unit dari DAK, 767 unit dari provinsi, 757 unit melalui APBD Kendal, enam unit dari Baznas dan satu unit dari perbankan,” terang dia.

Sementara bantuan sektor pertanian yang diberikan berupa benih jagung dan alat pertanian. Bantuan benih jagung yang diberikan sebanyak 10.020 kilogram dan alat pertanian berupa traktor roda dua delapan unit, pompa air delapan unit, dan cultivator atau mesin bajak mini lima unit.

”Penerima manfaat bibit dan alat pertanian itu berasal dari kelompok tani yang belum pernah mendapat bantuan pada tahun berjalan,” jelas Toha.

Bupati Kendal, Mirna Annisa mengatakan, pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun, semua tidak bisa dilakukan secara langsung, butuh waktu bertahap untuk merealisasikan.

Setiap tahun Pemkab Kendal berusaha memberikan bantuan renovasi rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni. Demikian pula di bidang pertanian. Bantuan yang diberikan agar bisa bermanfaat dan warga penerima manfaat supaya menjaganya dengan baik.

”Bantuan rumah agar dirawat dan dipelihara kebersihannya, sedangkan benih jagung maupun alat pertanian jangan dijual. Seandainya alat pertanian rusak, warga bisa melapor ke dinas terkait agar bisa diperbaiki,” tuturnya.

Dandim Kendal, Letkol Inf Ginda M Ginanjar, menambahkan, jumlah RTLH di Kendal masih sangat banyak. Hal itu perlu menjadi skala prioritas bersama.

”Saya melihat Pemkab telah berusaha menyejahterakan masyarakat. Sejak tahun 2015-2019 banyak renovasi RTLH menjadi rumah layak huni. TNI bersama Kementerian Pertanian juga memiliki program menjaga ketahanan pangan,” kata dia.(H36-22,58)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort