28 Penderita TB-RO di Jateng Dinyatakan Sembuh

SALATIGA – Dahulu penderita tuberkulosis (Tbc) dianggap bakal mengidap penyakit tersebut seumur hidup, karena tidak dapat disembuhkan. Bahkan Tbc merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian terbesar di dunia. Tidak hanya itu, beberapa tahun ini telah muncul penyakit tuberkulosis resisten obat (Tb-RO) atau penderita Tbc yang kebal terhadap obat.
Namun dengan pengobatan rutin selama kurun waktu tertentu, penderita Tb bisa disembuhkan. Seperti halnya 28 penderita TB-RO dari beberapa Kota di Jawa Tengah telah dinyatakan sembuh 100 persen, setelah mengikuti pengobatan rutin di Rumah Sakit Paru dr Ario Wirawan (RSPAW) Salatiga. ”Agar dapat sembuh maka pasien TB-RO harus mengikuti pengobatan rutin dan teratur. Setelah itu akan ada uji laboratorium dan lainnya sebagai bukti bahwa pasien dinyatakan sembuh,” kata Dirut RSPAW, dr Farida Widayati MKes, Selasa (12/11).
Dokter Farida Widayati mengatakan hal itu saat Workshop Update Tata Laksana TBC Resisten Obat dan Wisuda Kesembuhan Pasien TB-RO dalam rangka Hari Kesehatan Nasional Ke-55 di Aula RSPAW. Wisuda pasien TB-RO yang sembuh dilakukan oleh Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris dan dokter Tri Yuli (Dinas Kesehatan Provinsi Jateng). ”Pasien RSPAW ini dari berbagai daerah di Jawa Tengah, karena RSPAW merupakan rujukan pelayanan paru. Kami berkomitmen mengobati pasien TB-RO sampai sembuh,” tegas Farida.
RSPAW telah membentuk jaringan di 24 kabupaten/kota di Jawa Tengah, bekerja sama dengan puskesmas, rumah sakit, dan LSM kesehatan, dalam melayani pengobatan penderita TBC. RSPAW juga telah membuat aplikasi layanan berbasis internet, sehingga memudahkan penanganan cepat para pasien tuberkulosis. Apalagi rumah sakit kelas A tersebut sudah memiliki Sistem Terpadu Pelayanan TBC RO (Sitatra) yang diresmikan Kementerian Kesehatan Maret lalu. Pasien yang terindikasi TB-RO langsung mendapat obat gratis secara berkelanjutan, karena selama ini masih dibiayai dari pusat. ”Tahun ini wusuda kedua pasien TB-RO yang dinyatakan sembuh. Jumlah yang sembuh saat ini cukup banyak,” kata Direktur Medik dan Keperawatan RSPAW dr Hasto Nugroho SpP MKM FISR.
Sementara itu, Silkho (18), warga Wedung, Demak, mengatakan dia terpukul ketika setahun lalu dinyatakan mengidap TB-RO. Namun dengan pelayanan dan pengobatan penuh selama 10 bulan di RSPAW, akhirnya dia dinyatakan sembuh. (H2-68)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *