17 Tahun Nyelengi, Dibongkar sebelum Mendaftar Haji

KARANGANYAR -Semangat Sri Mulyani untuk bisa beribadah haji di Tanah Suci patut menjadi contoh. Dia menabung sedikit demi sedikit dengan niat untuk biaya berangkat haji.
Selama 17 tahun, wanita asal Dusun Kebon Agung RT 4 RW VI Desa Suruh, Tasikmadu ini menabung uang koin pada dua celengan tanah berbentuk macan, yang dibelinya di Pasar Malam Cembengan 17 tahun silam.
Selama itu pula, dia dan suaminya, Ahmad Muntholid (52) yang bekerja sebagai karyawan salah satu perusahaan tekstil, berkomitmen tidak akan membongkar celengan sebelum penuh maupun untuk keperluan lain, selain untuk biaya beribadah haji. Sebagian tabungan lainnya, disimpan di bank.
Kamis (11/7) lalu, Sri mendaftar haji dirinya dan suaminya ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Karanganyar. Uang koin senilai Rp 2,7 juta, hasil dari mecah celengan dua hari sebelum mendaftar, plus uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu, dibawanya untuk membayar pendaftaran haji.
Uang koin pecahan Rp 500 dan Rp 1.000 itu dikemas plastik, dengan tiap kemasan berisi 10 keping koin. Total, biaya pendaftaran haji yang disetorkannya Rp 50,2 juta.
Wanita 52 tahun ini bercerita, keinginan untuk beribadah haji bersama suaminya sudah muncul sejak mereka menikah. Saat jalan-jalan di Pasar Malam Cembengan, mereka membeli dua celengan macan dan berkomitmen uang yang ditabung di celengan itu akan digunakan untuk beribadah haji.
“Dua hari sebelum ndaftar, celengan dibongkar. Uang hasil mbongkar celengan kemudian ditambah tabungan di bank. Alhamdulillah, cukup untuk mendaftar haji,” kata ibu rumah tangga ini.
Dikemas Dulu
Dia mengaku, bukan tanpa perjuangan jika kemudian niatnya mendaftar haji akhirnya terwujud. “Ya, diniati nabung untuk ibadah. Alhamdulillah, kebutuhan lain bisa tercukupi, tanpa harus mecah celengan,” katanya.
Sri bercerita, pada Rabu (10/7), dia sudah mendatangi Kemenag untuk mendaftar. Uang untuk mendaftar, termasuk koin dari celengan macan, sudah dibawanya. Namun petugas mengaku tidak sanggup jika harus menghitung koin sendirian.
Kamis (11/7), Sri kemudian datang lagi, setelah mendapat petunjuk agar uang yang akan digunakan untuk mendaftar dikemas dulu, sehingga memudahkan penghitungan.
“Saat mengemas, saya dibantu empat pelajar yang magang di Kemenag, serta pasangan suami istri yang juga sama-sama mendaftar. Mulai pukul 10.00, selesai pukul 11.30. Koin yang disetorkan senilai Rp 2,7 juta, ditambah uang dari tabungan di bank. Totalnya Rp 50,2 juta,” tuturnya.
Sri mengaku sengaja tak menukarkan uang koinnya dengan uang kertas. Sebab menurutnya, hal itu akan membutuhkan waktu, yang membuat waktu tunggunya berangkat haji makin lama.
Plh Kepala Kemenag Karanganyar Wiharso mengapresiasi kegigihan Sri Mulyani dan suaminya, agar bisa menunaikan ibadah haji.
“Semangatnya tidak kendur. Menabung sedikit demi sedikit sejak masih muda, sampai usianya sekarang 52 tahun. Kami meminta keduanya bersabar setelah mendaftar, karena waktu tunggu haji diperkirakan sampai 25 tahun,” katanya. (H44-21)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort