TPA Darupono Overload

KENDAL –Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Darupono di Kecamatan Kaliwungu Selatan sudah overload atau kelebihan beban.

Hal itu menyebabkan TPA yang berada di Jalan Raya Kaliwungu-Boja tersebut menggunung. Tumpukan sampah tersebut selain menimbulkan bau tidak sedap juga menjadi pemandangan yang tidak enak dipandang.

Padahal Jalan Raya Kaliwungu-Boja saban hari dilalui ratusan pengguna jalan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kendal, Sri Purwati mengatakan, Pemkab Kendal memiliki dua tempat pemprosesan akhir, yakni TPA Darupono di Kaliwungu Selatan dan TPA Pagergunung di Pageruyung.

Ia mengatakan, TPA Darupono sudah kelebihan beban karena hanya memiliki luas sekitar 0,9 hektare. TPA tersebut menjadi tempat pembuangan sampah sejumlah kecamatan, seperti Kendal, Brangsong, Kaliwungu Selatan, Boja, dan lainnya.

”Sebagian sampah kami buang ke TPA Pagergunung. Di sana lebih luas sekitar 1,3 hektare dan masih banyak area kosong. Rata-rata sampah di Kabupaten Kendal dalam satu hari mencapai 200 ton,” kata dia, Rabu (3/7).

Menurut dia, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengurangi jumlah sampah, khususnya sampah plastik.

Salah satunya dengan membentuk bank sampah. Di Kabupaten Kendal terdapat 55 bank sampah yang tersebar di berbagai kecamatan. Keberadaan bank sampah bisa membantu mengurangi jumlah sampah plastik.

”Warga supaya mendaur ulang sampah plastik seperti botol dan lain sebagainya. Sementara sampah seperti sisa makanan bisa dibuat pupuk untuk tanaman,” tuturnya.

Upaya lain yang dilakukan untuk menekan sampah di TPA Darupono, dengan menimbun tumpukan sampah ke dalam tanah secara rutin.

Sampah tersebut dikeruk dan ditimbun ke tanah menggunakan ekskavator. Dikatakan, persoalan sampah merupakan isu nasional. Di beberapa kabupaten/kota juga mengalami kendala yang sama terkait sampah.

Tidak sedikit sampah, terutama plastik kresek yang tidak bisa di daur ulang. Beberapa minimarket sebenarnya berusaha mengurangi penggunaan plastik kresek dengan tidak memberikan plastik tersebut.

”Namun, sering kali konsumen ketika berbelanja, tidak membawa tas sendiri dari rumah. Di Kendal sendiri sudah dilakukan berbagai upaya untuk mengurangi sampah, seperti gerakan pungut sampah. Namun, lagi-lagi sampah itu harus dibuang ke TPA,” kata dia.(H36-22)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort